
Ia menekankan pentingnya persiapan yang matang di tingkat hulu agar program ini tidak terkesan dipaksakan. Pengawasan ketat sengaja dilakukan secara berkala demi mengantisipasi hadirnya kurikulum yang belum siap atau prematur akibat regulasi yang terburu-buru.
“Kita harus terus awasi sehingga jangan sampai Sekolah Maung ini memiliki kurikulum yang prematur karena regulasi yang terburu-buru. Jadi, memang harus kita kawal terus, baik di tingkat Disdik (Dinas Pendidikan) maupun langsung di sekolah-sekolah di Jawa Barat, terutama di Kota Bogor,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fetty berharap agar seluruh proses transisi dan pelaksanaan program baru ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tanpa hambatan teknis. Pihaknya ingin memastikan visi bersama antara jajaran legislatif dan eksekutif dapat terealisasi dengan baik di lapangan.
“Bagaimana perjalanannya bisa berjalan lancar, smooth, dan sesuai dengan harapan kita semua—baik harapan dari Pak Gubernur maupun dari DPRD Provinsi Jawa Barat. Dalam hal ini, kita harus kawal program ini jangan sampai mandek di tengah jalan. Kawalan kami tidak hanya sebatas pada masa pendaftaran, tetapi juga pada implementasi pelaksanaannya nanti,” pungkas Fetty.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















