
Sebagai langkah operasional, dalam rapat koordinasi tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara pihak Kecamatan dengan para Kepala Puskesmas di Kota Bogor.
Pemerintah Kota Bogor berkomitmen melakukan akselerasi capaian pemeriksaan melalui aksi jemput bola ke berbagai sektor.
”Petugas kesehatan nantinya akan mendatangi langsung sekolah, rumah warga, posyandu, kampus, kantor-kantor, hingga pondok pesantren dan majelis taklim,” katanya.
Meski diintegrasikan secara digital dalam sistem pemerintahan, Dedie menjamin bahwa kerahasiaan data rekam medis pribadi warga akan tetap dijaga ketat, di mana pemerintah hanya memanfaatkan data agregatnya untuk merumuskan kebijakan.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, menjelaskan bahwa program prioritas jaminan kesehatan gratis ini sejatinya telah berjalan sejak tahun 2025 di 25 puskesmas se-Kota Bogor.
Meski mencatatkan rapor hijau di tingkat Jawa Barat, dr. Erna mengakui masih terdapat disparitas atau kesenjangan pencapaian antar kelompok umur dan antar puskesmas.
Oleh karena itu, melalui integrasi CKG SMART ini, koordinasi lintas sektor akan diperkuat dengan memetakan peran yang jelas dari masing-masing satuan tugas (satgas).
Sebagai tahap awal implementasi prioritas, langkah-langkah operasional terdekat akan segera diterapkan di enam puskesmas percontohan di Kota Bogor sebelum nantinya diaplikasikan secara menyeluruh.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















