
Hukum Takbiran dalam Islam
Mayoritas ulama berpendapat bahwa takbiran Idul Adha hukumnya adalah sunnah muakkadah, yaitu sangat dianjurkan untuk dilakukan.
Takbir juga termasuk bagian dari syiar Islam yang dapat dilakukan secara individu maupun berjamaah. Pelaksanaannya menjadi bentuk ekspresi kegembiraan sekaligus pengagungan kepada Allah SWT di hari raya.
Jenis Takbir Idul Adha
Dalam praktiknya, takbir Idul Adha terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
- Takbir Mursal
Takbir mursal adalah takbir yang dikumandangkan kapan saja selama hari-hari Idul Adha, baik sebelum maupun sesudah salat fardu. Takbir ini dapat terdengar di berbagai tempat seperti masjid, rumah, kendaraan, hingga ruang publik.
- Takbir Muqayyad
Takbir muqayyad adalah takbir yang dibaca setiap selesai salat fardu. Umumnya, takbir ini dimulai sejak Hari Arafah (9 Zulhijah) setelah salat Subuh dan berlanjut hingga hari terakhir Tasyrik.
Salah satu bacaan takbir yang umum dilafalkan adalah:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah.”
Selain itu, terdapat versi bacaan yang lebih singkat namun tetap memiliki makna yang sama, yaitu penegasan kebesaran Allah SWT.
Takbiran tidak hanya sekadar lantunan kata, tetapi juga bentuk dzikir dan pengingat akan kebesaran Allah. Dalam berbagai riwayat dan pendapat ulama, takbir menjadi sarana untuk memperkuat keimanan serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat dan petunjuk-Nya.
Dengan mengumandangkan takbir, umat Islam diajak untuk meninggalkan kesombongan dan kembali menyadari bahwa hanya Allah SWT yang Maha Besar dan layak dipuji.
Takbiran Idul Adha merupakan bagian penting dari syiar Islam yang mengandung nilai ibadah, spiritualitas, dan kebersamaan. Dengan memahami makna dan tata caranya, umat Muslim diharapkan dapat melaksanakan takbir dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran, bukan sekadar sebagai tradisi, tetapi sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















