
Minimnya pelibatan itu, menurut Yusril, berpotensi membuat HJB kehilangan esensinya sebagai ruang kebersamaan sekaligus penggerak ekonomi lokal. Ia menegaskan, perlu ada perubahan pola pikir agar momentum tahunan tersebut tidak berhenti sebatas agenda seremonial.
Berangkat dari kritik itu, KNPI Kecamatan Ciawi mendorong penyelenggaraan HJB ke depan lebih terbuka dan partisipatif, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif dan penyediaan ruang ekspresi bagi generasi muda.
Meski menyampaikan kritik, Yusril menyatakan tetap siap menjadi mitra strategis pemerintah kecamatan dalam memperbaiki konsep HJB agar lebih berdampak, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Yusril juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pola pelaksanaan HJB di tingkat kecamatan agar lebih selaras dengan semangat kolaborasi dan pembangunan kepemudaan.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















