Sering Kram Kaki? Waspadai 7 Penyakit Ini sebagai Penyebabnya

BOGORTODAY.COM – Rasa kram pada kaki merupakan kondisi yang umum dialami banyak orang, terutama saat beraktivitas atau setelah berolahraga.

Menurut Cleveland Clinic, kram kaki biasanya terjadi secara tiba-tiba ketika otot—terutama di bagian betis—mengencang secara tidak terkendali.

Walaupun terasa menyakitkan, kram kaki yang muncul sesekali sebenarnya normal. Kondisi ini bisa dipicu oleh hal-hal ringan, seperti duduk terlalu lama, kurang peregangan, atau aktivitas fisik yang terlalu intens.

Namun, ketika kram kaki terjadi terlalu sering tanpa sebab yang jelas, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu yang perlu diwaspadai.

Berikut beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kaki sering kram:

  1. Kekurangan Kalium

Kalium berperan penting dalam menjaga fungsi saraf dan otot. Mineral ini membantu mengatur kontraksi otot dengan membawa sinyal dari otak ke otot.

Ketika tubuh kekurangan kalium, proses tersebut terganggu dan otot menjadi lebih mudah mengalami kontraksi berkepanjangan yang menimbulkan kram. Untuk mencegahnya, konsumsi makanan tinggi kalium seperti pisang, alpukat, atau bayam.

  1. Multiple Sclerosis (MS)

Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat. Salah satu gejalanya adalah spastisitas, yaitu kondisi ketika otot terus-menerus mengencang.

BACA JUGA :  Beasiswa Kemenpora-LPDP 2026 Tahap 2 Resmi Dibuka, Atlet dan Pelaku Olahraga Berpeluang Kuliah S2-S3 Gratis

Spastisitas ini sering menyebabkan kram di bagian kaki. Pengelolaan MS biasanya melibatkan pola makan sehat, terapi fisik, dan peregangan otot secara teratur untuk membantu mengurangi keluhan kram.

  1. Dehidrasi

Dehidrasi merupakan penyebab umum dari kram kaki. Ketika tubuh kekurangan cairan, fungsi otot terganggu, membuatnya lebih rentan tegang dan kram.

Cairan berperan penting dalam menjaga elastisitas dan relaksasi otot. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik, terutama setelah beraktivitas berat atau berada di luar ruangan dalam waktu lama.

  1. Diabetes

Menurut WebMD, penderita diabetes tipe 2 berisiko tinggi mengalami kram otot, terutama pada malam hari. Penyebabnya berkaitan dengan neuropati diabetes, yaitu kerusakan saraf akibat kadar gula darah yang tinggi.

Selain itu, ketidakseimbangan elektrolit yang disebabkan oleh diabetes juga bisa memperparah kram. Penanganan yang tepat melibatkan pengelolaan gula darah dan pemeriksaan rutin ke dokter.

  1. Penyakit Arteri Perifer (PAD)

PAD terjadi saat pembuluh darah menyempit karena aterosklerosis, yaitu penumpukan plak lemak di arteri. Penyempitan ini mengurangi aliran darah ke kaki, menimbulkan rasa lemas, nyeri, mati rasa, hingga kram.

Selain aterosklerosis, faktor seperti pembekuan darah dan cedera juga dapat memicu PAD. Bila sering mengalami kram yang disertai nyeri saat berjalan, segera lakukan pemeriksaan medis.

  1. Osteoartritis
BACA JUGA :  Daftar 10 Negara Paling Damai di Dunia Tahun 2026

Osteoartritis adalah jenis arthritis yang membuat sendi mengalami degenerasi, sehingga terasa kaku dan nyeri. Kondisi ini juga dapat menimbulkan kram atau kejang otot, terutama jika peradangan terjadi di tulang belakang dan menekan saraf.

Biasanya, kram akibat osteoartritis muncul bersama kekakuan sendi, terutama setelah bangun tidur atau setelah lama tidak bergerak.

  1. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon dalam jumlah cukup. Kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan gangguan saraf dan otot, termasuk kram kaki, sensasi kesemutan, hingga mati rasa.

Penanganannya memerlukan terapi hormon sesuai anjuran dokter agar fungsi tubuh kembali stabil dan gejala dapat mereda.

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan abaikan kram kaki yang terjadi terlalu sering, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti mati rasa, pembengkakan, atau kelemahan otot. Kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan kesehatan yang lebih serius.

Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Deteksi dini akan membantu mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidupmu tetap optimal.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================