
Para peneliti juga menemukan bahwa kerak bumi di sekitar zona retakan ternyata lebih tipis dibanding perkiraan sebelumnya. Kondisi itu membuat aktivitas pemisahan lempeng menjadi lebih mudah terjadi.
Selain itu, panas dari bagian dalam Bumi turut mendorong proses peregangan kerak sehingga retakan terus berkembang.
Bisa Membentuk Samudra Baru
Ilmuwan memperkirakan retakan tersebut suatu saat dapat memasuki tahap yang disebut oceanization, yakni proses terbentuknya samudra baru.
Dalam tahap itu, kerak bumi akan terus menipis hingga magma dari bawah permukaan naik dan mengisi celah yang terbentuk. Seiring waktu, wilayah retakan dapat dipenuhi air laut dan berubah menjadi samudra baru yang memisahkan sebagian Afrika dari daratan utama.
Meski demikian, proses tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Para ahli menegaskan bahwa pembentukan samudra baru membutuhkan waktu jutaan tahun sehingga belum menjadi ancaman langsung bagi kehidupan manusia saat ini.
Fenomena ini justru menjadi salah satu bukti bahwa permukaan Bumi terus berubah akibat aktivitas geologi yang berlangsung sejak jutaan tahun lalu.
Penelitian mengenai retakan Afrika Timur juga membantu ilmuwan memahami lebih jauh tentang proses pembentukan benua, samudra, dan dinamika lempeng tektonik di planet Bumi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















