
Di tengah kondisi lembah yang gersang, Siti Hajar berusaha mencari air untuk Nabi Ismail AS yang kehausan. Ia berlari bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah hingga akhirnya Allah SWT memunculkan mata air Zamzam.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah haji dan umrah melalui amalan sa’i, yaitu berjalan antara Bukit Shafa dan Marwah.
Seiring waktu, kawasan Makkah mulai didatangi penduduk dan berkembang menjadi pusat kehidupan masyarakat Arab.
Pembangunan Ka’bah
Beberapa tahun kemudian, Nabi Ibrahim AS kembali ke Makkah dan bersama Nabi Ismail AS membangun Ka’bah sebagai rumah ibadah untuk menyembah Allah SWT.
Ka’bah kemudian menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia dan pusat pelaksanaan ibadah haji hingga saat ini.
Allah SWT juga memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk menyerukan ibadah haji kepada manusia. Sejak saat itu, umat Muslim dari berbagai penjuru dunia datang ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah tersebut.
Haji sebagai Simbol Persatuan Umat Islam
Hingga sekarang, ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan spiritual, tetapi juga simbol persatuan umat Islam. Jutaan Muslim berkumpul dengan pakaian ihram yang sederhana tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun kebangsaan.
Rangkaian ibadah haji juga mengandung banyak nilai kehidupan, seperti keikhlasan, kesabaran, pengorbanan, serta kepatuhan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.
Karena itu, sejarah haji bukan sekadar kisah masa lalu, melainkan warisan spiritual yang terus hidup dan dijalankan umat Islam hingga sekarang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















