BOGORTODAY.COM – Ibadah haji merupakan salah satu ibadah penting dalam Islam yang memiliki sejarah panjang sejak masa Nabi Ibrahim AS. Hingga kini, perjalanan spiritual tersebut terus dilaksanakan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia sebagai bagian dari rukun Islam.
Haji disyariatkan sebagai bentuk ibadah yang menyatukan umat Islam tanpa memandang latar belakang suku, budaya, negara, maupun mazhab. Seluruh jamaah berkumpul di tempat yang sama untuk menjalankan rangkaian ibadah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam berbagai literatur Islam dijelaskan bahwa sejarah haji erat kaitannya dengan perjuangan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya di wilayah Makkah yang dahulu dikenal dengan nama Bakkah.
Awal Mula Sejarah Haji
Kisah tersebut bermula ketika Nabi Ibrahim AS membawa istrinya, Siti Hajar, bersama putranya yang masih bayi, Nabi Ismail AS, ke sebuah lembah tandus yang tidak berpenghuni. Wilayah itu kini dikenal sebagai Kota Makkah.
Pada masa itu, kawasan tersebut belum memiliki sumber air, tidak ditumbuhi tanaman, dan jauh dari kehidupan manusia. Meski demikian, Nabi Ibrahim AS menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan.
Dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 96, Allah SWT berfirman bahwa rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia berada di Bakkah atau Makkah sebagai petunjuk bagi seluruh alam.
Ayat tersebut menjadi salah satu dasar penting mengenai kedudukan Ka’bah sebagai pusat ibadah umat Islam.
Setelah meninggalkan keluarganya di lembah tersebut, Nabi Ibrahim AS kembali ke Palestina. Namun sebelum pergi, ia memanjatkan doa kepada Allah SWT agar keluarganya diberikan perlindungan dan rezeki.
Doa Nabi Ibrahim AS juga tercantum dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 37 yang berisi permohonan agar kawasan tersebut menjadi tempat yang aman serta diberkahi rezeki bagi penduduknya.
Munculnya Air Zamzam
Di tengah kondisi lembah yang gersang, Siti Hajar berusaha mencari air untuk Nabi Ismail AS yang kehausan. Ia berlari bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah hingga akhirnya Allah SWT memunculkan mata air Zamzam.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah haji dan umrah melalui amalan sa’i, yaitu berjalan antara Bukit Shafa dan Marwah.
Seiring waktu, kawasan Makkah mulai didatangi penduduk dan berkembang menjadi pusat kehidupan masyarakat Arab.
Pembangunan Ka’bah
Beberapa tahun kemudian, Nabi Ibrahim AS kembali ke Makkah dan bersama Nabi Ismail AS membangun Ka’bah sebagai rumah ibadah untuk menyembah Allah SWT.
Ka’bah kemudian menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia dan pusat pelaksanaan ibadah haji hingga saat ini.
Allah SWT juga memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk menyerukan ibadah haji kepada manusia. Sejak saat itu, umat Muslim dari berbagai penjuru dunia datang ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah tersebut.
Haji sebagai Simbol Persatuan Umat Islam
Hingga sekarang, ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan spiritual, tetapi juga simbol persatuan umat Islam. Jutaan Muslim berkumpul dengan pakaian ihram yang sederhana tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun kebangsaan.
Rangkaian ibadah haji juga mengandung banyak nilai kehidupan, seperti keikhlasan, kesabaran, pengorbanan, serta kepatuhan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.
Karena itu, sejarah haji bukan sekadar kisah masa lalu, melainkan warisan spiritual yang terus hidup dan dijalankan umat Islam hingga sekarang.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















