HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

PANCASILA
Heru B Setyawan (Duta Pancasila BPIP)

Oleh : Heru B Setyawan (Duta Pancasila BPIP)

SUDAH hampir 81 tahun bangsa Indonesia merdeka, tapi apakah perilaku kita sudah sesuai dengan sila-sila yang terdapat pada Pancasila?. Inilah seharusnya orang Indonesia itu berperilaku sesuai dengan sila-sila yang terdapat pada Pancasila.

Harusnya orang Indonesia itu perilakunya sesuai sila ke 1 adalah kita menjadi hamba yang bertaqwa, inti dari bertaqwa adalah menjalankan semua perintah dan larangan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Seharusnya sebagian besar orang Indonesia itu bertaqwa dan hanya sedikit yang masih suka bermaksiat. Maksiat artinya melanggar aturan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Termasuk juga melanggar Undand-Undang dan hukum yang berlaku di Indonesia.

Memang manusia itu makhluk yang tidak luput dari berbuat salah, termasuk orang yang sudah bertaqwa. Tapi orang bertaqwa itu, jika melakukan kesalahan, mereka segera bertobat.

Seharusnya jika kita sudah bertaqwa, saat ada bunyi adzan maka masjid seharusnya penuh, tapi nyatanya tidak. Memang masjid penuh yaitu saat shalat jum’at dan pada 2 hari raya.

BACA JUGA :  Satu Rumah Ludes Terbakar di Ciampea, Tidak Ada Korban Jiwa

Harusnya orang Indonesia itu perilakunya sesuai dengan sila ke 2 tidak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) tapi buktinya masih banyak pelanggaran HAM. Sila ke 2 ini juga harusnya kita beradab (punya sopan santun). Buktinya masih ada murid yang tidak sopan terhadap gurunya, bahkan ada yang melaporkan gurunya ke polisi.

Harusnya orang Indonesia itu perilakunya sesuai dengan sila ke 3 menempatkan kepentingan persatuan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi, golongan, keluarga, suku bangsa, Parpol, dan kekuasaan. Karakter sila ke 3 juga bangga dan cinta NKRI, tapi nyatanya kita lebih bangga dengan barang import mewah dan bergaya hedon.

Harusnya orang Indonesia itu perilakunya sesuai dengan sila ke 4 kita lebih suka musyawarah dari pada debat, buktinya tiap hari ada acara debat di TV dan tidak ada acara musyawarah untuk mencapai mufakat. Harusnya juga Pemilu berlangsung dengan jujur dan adil (Jurdil) tapi nyatanya banyak pelanggaran, dari serangan fajar, mengubah aturan umur Wakil Presiden, Pejabat, Kepala Daerah, aparat negara yang tidak netral, kacaunya Sirekap KPU dan Bansos dijadikan alat untuk intimidasi.

BACA JUGA :  Car Free Night Istimewa Akan Hadirkan Suasana Malam Penuh Warna

Harusnya orang Indonesia itu perilakunya sesuai dengan sila ke 5 kita peduli terhadap saudara kita yang belum beruntung. Atau dengan kata lain, maka akan tercipta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nyatanya menurut ahli ekonomi syariah Islam Prof. Muhammad Syafii Antonio bahwa 3 % orang kaya di Indonesia menguasai hampir 48 % kekayaan bangsa Indonesia.

Dan itu terbukti dengan sulitnya mencari pekerjaan, banyaknya PHK, banyaknya anak gelandangan, pengemis, pengamen, badut dan anak punk di pinggir jalan untuk menyambung hidup. Oke saatnya kita lebih bekerja keras untuk kemajuan dan keberkahan NKRI. Jayalah Indonesiaku.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================