
“Program ini sengaja didesain untuk menyediakan pangan berkualitas tinggi dengan harga di bawah pasar, sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah,” jelas Wina.
Sejak pagi hari, berbagai komoditas esensial mulai dari daging ayam, daging sapi, tepung, minyak goreng, hingga aneka cabai dan bawang merah langsung diserbu oleh emak-emak.
Tak hanya sekadar pasar murah, Wina menuturkan bahwa perhelatan ini dikemas dengan beragam aktivitas sosial dan edukatif yang menarik minat warga sekitar.
“Kegiatan ini juga kami rangkaikan dengan lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan PAUD di wilayah Kelurahan Sempur. Selain itu, ada juga pemberian bantuan ikan nila bioflok untuk keluarga berisiko stunting,” tuturnya.
Melalui pemberian bantuan pangan bergizi tersebut, DKPP berharap dapat berkontribusi langsung dalam menurunkan angka stunting di Kota Bogor. Ke depan, Pemkot Bogor berencana memperluas cakupan program serupa ke wilayah kecamatan lainnya secara bergilir.
Wina menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Pegadaian Kota Bogor, serta seluruh kelompok tani dan pelaku usaha olahan pangan yang telah berkolaborasi aktif demi terwujudnya ketahanan pangan yang tangguh di Kota Hujan.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















