Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

Kemensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri Open House Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026), Rabu (3/6/2026). FOTO : BOGORTODAY.COM/RIFKI RAMADHAN.

BOGORTODAY.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan dalam penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat yang kini memasuki tahun pertama pelaksanaannya. Tantangan tersebut antara lain terkait ketersediaan tenaga pendidik dan fasilitas pendidikan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan kebutuhan guru, wali asrama, dan tenaga kependidikan lainnya masih belum sepenuhnya terpenuhi di sejumlah lokasi Sekolah Rakyat.

“Tenaga kependidikan masih kurang, guru masih kurang, wali asrama juga masih kurang,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, Rabu (3/6/2026).

Meski demikian, Kemensos berupaya menutup kekurangan tersebut melalui penambahan tenaga pendidik. Pemerintah, kata dia, telah merekrut sekitar 5.000 guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat pada tahun ini.

BACA JUGA :  Studi Ungkap Diet Intermittent Tak Hanya Turunkan Berat Badan, tetapi Juga Mempengaruhi Fungsi Otak

Menurut Gus Ipul, kekurangan tenaga pendidik sejauh ini masih dapat ditangani sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

“Sampai sekarang jika ada kekurangan masih bisa ditangani. Tahun ini kami sudah merekrut sekitar 5.000 guru,” ujarnya.

Selain persoalan sumber daya manusia, Kemensos juga menghadapi tantangan dalam penyediaan infrastruktur pendidikan, termasuk gedung sekolah dan asrama.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat saat ini beroperasi di 166 titik di berbagai daerah. Namun, jumlah gedung yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan program tersebut.

BACA JUGA :  Warga Malasari Sumringah, Puncak HJB ke-544 Dongkrak Perekonomian

“Dari sekolah perintisan yang ada di 166 titik itu, gedung yang tersedia baru sekitar 100 gedung. Ini menjadi tantangan yang cukup serius bagi kami,” bebernya.

Kondisi itu membuat pemerintah masih harus melakukan penyesuaian selama masa transisi dari penggunaan fasilitas sementara menuju gedung yang disiapkan secara khusus untuk Sekolah Rakyat.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Karena itu, penguatan tenaga pendidik dan pembangunan sarana pendidikan dinilai menjadi faktor penting agar program tersebut dapat berjalan optimal.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================