
“Kalau program ini menjadi undang-undang, maka perlindungan bagi para pekerja, mitra, dan masyarakat penerima manfaat akan semakin kuat,” katanya.
Dampak positif program MBG di lapangan turut diungkapkan konsultan Yayasan Surya Telaga Cendekia, Azka Muhammad Pinandito. Yayasan yang ia wakili mengelola empat dapur dengan kebutuhan beras sekitar empat ton per minggu, seluruhnya dipasok dari petani lokal. Ia menyebut program ini nyata menyerap tenaga kerja di sekitar wilayah operasional.
“Banyak masyarakat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan kini bisa bekerja di dapur maupun dalam rantai pasok kebutuhan pangan,” ujarnya.
Azka berharap kepemimpinan BGN yang baru mampu memulihkan kepercayaan publik terhadap program tersebut. Pergantian kepala BGN kini menjadi momentum untuk membenahi tata kelola agar manfaat MBG yang sudah dirasakan masyarakat tidak terganggu oleh persoalan internal.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















