BOGORTODAY.COM – Perubahan pada wajah seperti garis senyum yang semakin dalam, pipi yang mulai turun, hingga rahang yang tidak lagi tegas sering kali baru disadari ketika tanda penuaan sudah terlihat jelas. Padahal, proses penurunan kolagen berlangsung secara bertahap dan sebenarnya bisa dikenali lebih awal melalui perubahan kecil pada kulit.
Dokter estetika dari Catherine Soebroto menjelaskan bahwa kolagen dan elastin memiliki peran penting dalam menjaga struktur serta kekencangan kulit. Ketika produksinya menurun, kulit akan kehilangan penopang alami sehingga tampak lebih kendur dan tipis.
Ia menambahkan bahwa penurunan kolagen merupakan proses alami yang terjadi seiring bertambahnya usia. Secara umum, kadar kolagen dalam tubuh dapat berkurang sekitar 10 persen setiap dekade kehidupan.
Cara Sederhana Mengenali Penurunan Kolagen
Salah satu metode sederhana yang dapat dilakukan di rumah adalah tes cubit pada area pipi. Meski tidak dapat menggantikan pemeriksaan medis, cara ini bisa memberikan gambaran awal mengenai kondisi elastisitas kulit.
Kulit yang masih sehat biasanya terasa kenyal, padat, dan cepat kembali ke bentuk semula setelah dicubit. Sebaliknya, kulit yang mulai menipis akibat berkurangnya kolagen cenderung terasa lebih lemah dan tidak segera kembali ke posisi awal.
Dalam penjelasannya, Catherine menyebut bahwa pada kondisi tertentu kulit bahkan dapat tertarik lebih panjang, yang menandakan elastisitasnya sudah menurun.
Perbedaan Tanda Penuaan pada Setiap Individu
Menariknya, tanda penuaan tidak selalu sama pada setiap orang. Perbedaan struktur kulit dan faktor genetik membuat perubahan yang muncul bisa berbeda-beda.
Pada sebagian individu dengan kulit yang relatif lebih tebal, seperti pada banyak orang Asia, penurunan kolagen tidak selalu ditandai dengan banyaknya kerutan halus. Sebaliknya, perubahan lebih sering terlihat pada bentuk wajah yang mulai kehilangan kekencangan dan tampak turun.
Berbeda dengan individu yang memiliki kulit lebih tipis, di mana garis halus dan kerutan cenderung lebih cepat muncul sebagai tanda penuaan.
Lima Tanda Awal Kolagen Mulai Berkurang
Beberapa perubahan berikut dapat menjadi sinyal awal bahwa kadar kolagen pada kulit mulai menurun:
- Pipi terlihat mulai mengendur atau kehilangan volume
- Garis senyum (nasolabial fold) tampak lebih jelas dan dalam
- Area rahang menjadi kurang tegas atau terlihat menurun
- Area bawah mata tampak lebih lelah dan tidak kencang
- Kontur wajah secara keseluruhan terlihat kurang terangkat
Faktor yang Mempercepat Kerusakan Kolagen
Selain faktor usia, gaya hidup dan lingkungan juga berperan besar dalam mempercepat penurunan kolagen. Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari disebut sebagai salah satu penyebab utama penuaan dini pada kulit.
Selain itu, pola makan tinggi gula, makanan olahan, serta gorengan juga dapat memicu peradangan dalam tubuh yang berdampak pada kerusakan kolagen secara bertahap.
Kelebihan berat badan turut memberi beban tambahan pada struktur kulit, sehingga wajah dapat terlihat lebih cepat kendur. Faktor lain seperti stres berkepanjangan dan paparan panas berlebih juga ikut mempercepat proses penuaan kulit.
Perawatan Kulit dan Pentingnya Gaya Hidup Sehat
Dalam dunia estetika modern, berbagai teknologi perawatan kini dikembangkan untuk membantu merangsang produksi kolagen, salah satunya melalui metode biostimulator seperti PLLA-SCA (Poly-L-Lactic Acid Skin Collagen Activator). Metode ini bekerja dengan merangsang tubuh agar memproduksi kolagen secara alami, terutama kolagen tipe I dan III yang berperan penting dalam struktur kulit.
Meski demikian, perawatan klinis tidak dapat bekerja optimal tanpa dukungan gaya hidup yang sehat. Penggunaan tabir surya secara rutin, menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi makanan tidak sehat, serta mengelola stres tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan kulit.
Dengan kombinasi perawatan dari luar dan pola hidup yang baik, proses penuaan kulit dapat diperlambat sehingga wajah tetap terlihat sehat, kencang, dan segar lebih lama.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















