JIKA INGIN KE BAITULLAH MAKA TERLEBIH DAHULU KE MASJID

Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

MENURUR Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Rukun Islam diartikan sebagai tiang utama dalam agama Islam. Ini mencakup lima amalan pokok yang menjadi fondasi bagi kehidupan setiap muslim, yang terdiri dari: 1. Mengucapkan dua kalimat syahadat, 2. Mengerjakan salat, 3. Membayar zakat, 4. Berpuasa di bulan ramadan, 5. Menunaikan ibadah haji ke Baitullah melaksanakan perjalanan ibadah ke tanah suci Mekah, yang diwajibkan bagi mereka yang mampu secara fisik maupun finansial.
Ibadah haji atau umrah memang berat, karena dibutuhkan kemampuan fisik dan keuangan, tapi insyaAllah bisa mudah asal kita punya niat yang kuat dan kata salah satu Guruku Ustadz Fikri Habibullah Muharram, Beliau berkata kita butuh untuk naik haji atau umrah serta kita harus mendaftar dulu ujarnya.

Di sini penulis akan memberi contoh nyata dari orang-orang yang dimudahkan naik haji atau umrah, termasuk penulis yang mengalami sendiri.

Penulis mulai termotivasi dan tertarik untuk naik haji atau umrah, semenjak membaca buku dengan judul”Naik Haji Itu Mudah”. Isi buku ini adalah contoh orang-orang yang dimudahkan naik haji atau umrah.

BACA JUGA :  Korea Utara Pamer Fasilitas Uranium Baru, Kim Jong Un Pertegas Ambisi Perkuat Senjata Nuklir

Ada seorang sopir taxi yang sangat ingin naik haji, maka dia mengamalkan amalan berupa akan selalu menomor satukan shalat berjamaah di masjid dari pada yang lain, termasuk jika dapat penumpang.

Sopir taxi ini lebih memilih shalat berjamaah di masjid atau musholla dari pada menerima penumpang. Sopir taxi ini termotivasi dari nasihat gurunya berupa “Jika kau ingin ke rumahKu yang jauh (Mekah) untuk naik haji, maka kau harus dulu ke rumahKu yang paling deket yaitu masjid atau musholla untuk shalat berjamaah”

Suatu saat sopir taxi ini mendapat penumpang, tapi sebentar lagi mau waktu shalat, maka dengan sopan sopir taxi ini minta maaf menolak penumpang ini, karena sebentar lagi dia mau shalat di masjid, penumpang ini lalu berkata, ya tidak apa-apa saya juga mau ikut shalat sekalian.

Setelah shalat penumpang ini bertanya,”Mengapa bapak selalu mementingkan shalat tepat waktu berjamaah di masjid, apa bapak sudah haji?”

BACA JUGA :  4 Bulan Kelahiran yang Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul, Apakah Kamu Salah Satunya?

Sopir taxi ini menjawab,”Ingin banget saya naik haji pak, tapi kan saya tidak punya cukup uang,”jawabnya. Kemudian penumpang yang kaya raya ini berkata,”Bapak insyaAllah akan saya daftarkan naik haji dengan beaya dari saya,”katanya.

MasyaAllah dan alhamdulillah akhirnya keinginan sopir taxi untuk naik haji terkabul.
Maka sayapun termotivasi untuk meniru sopir taxi ini, dengan mengamalkan shalat berjamaah tepat waktu di masjid atau musholla di mana saya berada.

Saya semangat dan mati-matian untuk mengamalkan amalan ini. Jika hanya sakit ringan, atau hujan saya tetap ke masjid untuk shalat berjamaah. Alhamdulillah sekitar 1 tahun amalan ini saya jalani, doa dan keinginanku terkabul, saya diumrahkan oleh kakakku, semoga suatu saat saya dan istri bisa naik haji, seperti sopir taxi tersebut, Aamiin. Jayalah Indonsiaku.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================