
Namun yang lebih penting daripada frekuensi adalah keteraturan pola dan kenyamanan saat BAB.
Tanda BAB yang Sehat
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), kesehatan pencernaan tidak hanya dilihat dari seberapa sering seseorang BAB, tetapi juga dari kondisi feses dan prosesnya.
BAB yang sehat umumnya memiliki ciri-ciri:
- Mudah dikeluarkan tanpa mengejan berlebihan
- Tidak menimbulkan rasa sakit
- Tidak disertai darah
- Konsistensinya tidak terlalu keras atau terlalu cair
Dengan kata lain, kenyamanan saat buang air menjadi indikator penting kesehatan sistem pencernaan.
Kapan Harus Waspada?
Meskipun variasi pola buang air masih tergolong normal, perubahan yang terjadi secara tiba-tiba perlu diperhatikan. Ada beberapa kondisi yang sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis, seperti:
- Diare atau sembelit yang berlangsung lama
- Nyeri perut yang tidak kunjung hilang
- BAB disertai darah
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Urine mengandung darah
- Rasa sakit saat buang air kecil
- Perubahan frekuensi toilet yang sangat berbeda dari kebiasaan sebelumnya
Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Tubuh Memiliki Pola yang Berbeda
Pada akhirnya, setiap orang memiliki ritme tubuh yang unik. Ada yang lebih sering buang air kecil karena banyak minum, ada pula yang jarang BAB tetapi tetap sehat.
Selama tidak ada keluhan dan pola tersebut sudah menjadi kebiasaan yang stabil, kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Yang terpenting adalah mengenali perubahan tubuh sendiri agar dapat segera mengambil tindakan jika ada tanda yang tidak biasa.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















