
“Peserta memperoleh pembekalan mengenai strategi pemasaran digital profesional, pentingnya legalitas usaha, penyusunan laporan keuangan, akses pendanaan melalui sektor jasa keuangan, serta pengembangan branding digital untuk meningkatkan daya saing usaha,” katanya.
Peserta juga lanjutnya, mendapatkan wawasan mengenai digitalisasi bisnis, penggunaan layanan keuangan digital seperti QRIS dan instrumen pembayaran elektronik lainnya, serta pemanfaatan berbagai platform digital untuk mendukung operasional usaha secara lebih efisien.
Pada sesi literasi keuangan, peserta memperoleh edukasi mengenai produk dan layanan jasa keuangan, perlindungan konsumen, pemanfaatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), hingga kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan berbagai bentuk kejahatan digital yang saat ini semakin marak.
“Kegiatan dikemas dalam format talkshow interaktif, sesi tanya jawab, kuis edukatif, serta penampilan seni pertunjukan dari pelaku ekonomi kreatif Kota Bogor. Pendekatan ini dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih partisipatif dan relevan dengan karakter generasi muda,” katanya.
Program Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan: UMKM Kreatif Naik Kelas merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Kota Bogor melalui kolaborasi antara dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan sektor jasa keuangan. Program ini juga mendukung pengembangan wirausaha muda yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital.
“REKA Bogor berharap semakin banyak pelaku usaha kreatif yang mampu mengelola bisnis secara profesional, memanfaatkan teknologi digital secara optimal, serta memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan dan produk keuangan formal,” harapnya.*
Editor : Herman Indrabudi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















