
BOGORTODAY.COM – Keselamatan penerbangan kembali menjadi perhatian setelah masih banyak penumpang yang mengabaikan prosedur evakuasi darurat dengan membawa barang bawaan saat meninggalkan pesawat. Kebiasaan tersebut dinilai dapat memperlambat proses penyelamatan dan membahayakan keselamatan seluruh penumpang di dalam kabin.
Melihat kondisi ini, Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau IATA tengah mempertimbangkan berbagai langkah untuk mengurangi risiko keterlambatan saat evakuasi, termasuk kemungkinan penerapan sistem penguncian kompartemen bagasi kabin pada situasi darurat.
Evakuasi Harus Selesai dalam 90 Detik
Dalam standar keselamatan penerbangan internasional, pesawat komersial berukuran besar diwajibkan mampu dievakuasi sepenuhnya dalam waktu maksimal 90 detik. Batas waktu tersebut ditetapkan karena kondisi darurat seperti kebakaran, asap, atau kerusakan pesawat dapat berkembang dengan sangat cepat.
Namun, dalam berbagai insiden yang terjadi, masih ditemukan penumpang yang berusaha mengambil koper, tas, atau barang pribadi lainnya sebelum meninggalkan pesawat. Bahkan ada yang sempat mengambil foto maupun merekam video di tengah situasi darurat.
Perilaku tersebut menyebabkan terhambatnya arus evakuasi dan berpotensi meningkatkan risiko cedera maupun korban jiwa.
Kampanye “Selamatkan Nyawa, Bukan Tas”
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, IATA meluncurkan kampanye keselamatan bertajuk “Save Lives, Not Bags” atau “Selamatkan Nyawa, Bukan Tas”.
Kampanye ini bertujuan mengingatkan penumpang bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama ketika terjadi keadaan darurat di dalam pesawat. Dalam situasi seperti itu, setiap detik memiliki nilai yang sangat penting.
Menurut IATA, masih banyak penumpang yang belum memahami pentingnya meninggalkan seluruh barang bawaan saat proses evakuasi berlangsung.
Pertimbangkan Penguncian Bagasi Kabin
Pihak IATA mengungkapkan bahwa jika perilaku penumpang tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, langkah yang lebih tegas mungkin akan dipertimbangkan.
Salah satu opsi yang muncul adalah penggunaan mekanisme penguncian pada kompartemen bagasi di atas kursi penumpang ketika terjadi keadaan darurat. Dengan cara tersebut, penumpang tidak memiliki kesempatan untuk mengambil barang yang dapat memperlambat proses keluar dari pesawat.
Selain itu, penerapan sanksi bagi penumpang yang mengabaikan instruksi keselamatan juga menjadi salah satu alternatif yang sedang dibahas.
Meski demikian, kebijakan tersebut masih memerlukan persetujuan dari berbagai pihak di industri penerbangan sebelum dapat diterapkan secara luas.
Masih Banyak Penumpang Kurang Memahami Prosedur Keselamatan
Data yang dimiliki IATA menunjukkan bahwa sebagian penumpang belum sepenuhnya memahami aturan evakuasi darurat. Bahkan, sejumlah orang tidak menyadari bahwa mereka harus meninggalkan seluruh barang bawaan ketika diperintahkan untuk keluar dari pesawat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa edukasi keselamatan penerbangan masih perlu ditingkatkan agar penumpang lebih siap menghadapi situasi yang tidak terduga.
Karena itu, penumpang dianjurkan untuk selalu memperhatikan demonstrasi keselamatan yang dilakukan awak kabin sebelum penerbangan dimulai. Informasi tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan panduan penting yang dapat menyelamatkan nyawa saat keadaan darurat terjadi.
Simpan Barang Penting di Tempat yang Mudah Dijangkau
Sebagai langkah antisipasi, penumpang disarankan menyimpan dokumen dan kebutuhan penting seperti paspor, uang, atau obat-obatan di saku pakaian atau tempat yang mudah dijangkau.
Dengan demikian, mereka tidak perlu membuka kompartemen bagasi ketika proses evakuasi berlangsung. Cara sederhana ini dapat membantu mempercepat pergerakan penumpang menuju pintu keluar darurat.
Kepatuhan Menjadi Kunci Keselamatan
Otoritas penerbangan juga mengingatkan bahwa instruksi awak kabin harus dipatuhi tanpa penundaan saat kondisi darurat terjadi. Awak kabin telah dilatih untuk menangani berbagai situasi kritis dan mengetahui prosedur terbaik untuk menjaga keselamatan seluruh penumpang.
Dalam keadaan darurat, keputusan untuk mengambil barang bawaan dapat mengorbankan waktu yang sangat berharga. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap arahan keselamatan menjadi faktor utama yang dapat menentukan keberhasilan proses evakuasi.
Melalui edukasi yang lebih masif dan kemungkinan penerapan aturan baru, industri penerbangan berharap kesadaran penumpang semakin meningkat sehingga proses evakuasi dapat berlangsung lebih cepat, tertib, dan aman bagi semua pihak.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















