Mengapa Dajjal Tidak Disebutkan Secara Langsung dalam Al-Qur’an?

BOGORTODAY.COM Dajjal merupakan salah satu tanda besar datangnya hari kiamat yang banyak disebut dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Sosok ini dikenal sebagai pembawa fitnah terbesar yang akan muncul menjelang akhir zaman dan menyesatkan banyak manusia dengan berbagai kemampuan luar biasa yang tampak di luar nalar.

Rasulullah SAW bahkan mengingatkan umatnya tentang besarnya bahaya fitnah Dajjal. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa tidak ada fitnah yang lebih besar sejak Nabi Adam AS diciptakan hingga terjadinya kiamat selain fitnah Dajjal. Karena itu, para nabi dan rasul selalu memperingatkan umat mereka mengenai kemunculannya.

Namun, muncul pertanyaan yang sering dibahas oleh para ulama: jika Dajjal memiliki peran besar dalam peristiwa akhir zaman, mengapa namanya tidak disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an?

Dajjal Tidak Disebut Secara Eksplisit

Para ulama menjelaskan bahwa tidak disebutkannya nama Dajjal secara langsung dalam Al-Qur’an merupakan bentuk penghinaan terhadap dirinya. Dajjal adalah manusia yang kelak mengaku sebagai tuhan dan menyesatkan manusia dengan berbagai tipu daya. Oleh karena itu, kedudukannya dianggap sangat hina di sisi Allah SWT sehingga namanya tidak diabadikan secara terang-terangan dalam Al-Qur’an.

BACA JUGA :  7 Doa Nabi Musa AS yang Dapat Diamalkan dalam Berbagai Situasi Kehidupan

Dalam sejumlah penjelasan ulama, disebutkan bahwa Allah SWT tidak memberikan kehormatan kepada Dajjal dengan menyebut namanya secara langsung. Meskipun demikian, informasi mengenai dirinya tetap disampaikan melalui hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan ciri-ciri, perilaku, serta bahaya fitnah yang akan dibawanya.

Mengapa Firaun Disebutkan dalam Al-Qur’an?

Sebagian orang membandingkan Dajjal dengan Firaun karena keduanya sama-sama mengklaim memiliki kedudukan ketuhanan. Namun, Firaun justru disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an.

Para ahli tafsir menerangkan bahwa kisah Firaun dicantumkan karena peristiwa tersebut telah terjadi dan menjadi pelajaran penting bagi umat manusia. Kesombongan, kezaliman, dan pengakuannya sebagai tuhan dijadikan contoh nyata tentang akibat buruk dari penolakan terhadap kebenaran.

Sebaliknya, kemunculan Dajjal merupakan peristiwa yang masih akan terjadi pada masa mendatang. Karena itu, Al-Qur’an tidak memuat namanya secara langsung, sementara penjelasan rinci tentang dirinya disampaikan melalui sunnah Nabi SAW.

Isyarat Tentang Dajjal dalam Al-Qur’an

Walaupun nama Dajjal tidak disebut secara eksplisit, sebagian ulama berpendapat bahwa terdapat isyarat mengenai dirinya dalam Al-Qur’an, salah satunya pada Surah Al-An’am ayat 158. Ayat tersebut menjelaskan tentang datangnya sebagian tanda-tanda besar dari Allah SWT, yang ketika itu keimanan seseorang tidak lagi bermanfaat jika sebelumnya ia belum beriman atau belum beramal saleh.

BACA JUGA :  HGB Kedaluwarsa Sejak 2017, Petani Geruduk BPN Kabupaten Bogor

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa terdapat tiga tanda besar yang apabila telah muncul, keimanan yang baru datang setelahnya tidak lagi memberikan manfaat. Tiga tanda tersebut adalah kemunculan Dajjal, keluarnya Dabbah (makhluk melata yang menjadi tanda kiamat), dan terbitnya matahari dari arah barat.

Penjelasan hadis ini menjadi salah satu dasar bagi para ulama yang mengaitkan ayat tersebut dengan tanda-tanda besar akhir zaman, termasuk kemunculan Dajjal.

Hikmah di Balik Tidak Disebutkannya Nama Dajjal

Tidak disebutkannya nama Dajjal secara langsung dalam Al-Qur’an mengandung hikmah tersendiri. Umat Islam tetap mendapatkan peringatan tentang bahaya fitnah Dajjal melalui hadis-hadis yang sahih, sementara Al-Qur’an menekankan prinsip-prinsip keimanan yang menjadi benteng utama untuk menghadapi berbagai bentuk kesesatan.

Dengan memahami ajaran Al-Qur’an dan sunnah secara seimbang, seorang muslim dapat mempersiapkan diri menghadapi berbagai ujian akhir zaman, termasuk fitnah Dajjal yang disebut sebagai fitnah terbesar dalam sejarah manusia.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================