HIJRAH PADA JAMAN SEKARANG

HIJRAH
Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

INSYAALLAH hari selasa 16 Juni 2026 tahun masehi bertepatan dengan tahun baru Islam 1 muharam 1448 hijriah. Hikmah utama tahun baru hijriyah adalah momentum untuk melakukan introspeksi (muhasabah) atas amal ibadah kita setahun yang lalu, disertai komitmen untuk berhijrah atau melakukan transformasi diri, pikiran, dan perilaku menjadi individu yang lebih baik lagi.

Rasulullah SAW dan para sahabat berhijrah dari Makkah ke Madinah karena adanya perintah dari Allah SWT, meningkatnya ancaman pembunuhan terhadap Rasulullah SAW, serta penindasan kejam dari kaum Quraisy. Dan penduduk Madinah bersedia memberikan perlindungan dan dukungan penuh untuk menyebarkan dakwah Islam.

Lalu bagaimana hijrah pada jaman sekarang? Untuk menjawab pertanyaan ini ada jawabannya pada Hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia tergolong orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia tergolong orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia tergolong orang yang celaka (terlaknat).” (HR. Al-Hakim).

BACA JUGA :  Ternyata Mengumpat Tidak Selalu Buruk, Ini Sejumlah Manfaatnya Menurut Penelitian

Maka para pembaca Bogor Today yang budiman mulai sekarang, mumpung besok tahun baru hijriah, kita semua termasuk penulis untuk berhijrah menuju kehidupan kita yang lebih baik. Sehingga secara kolektif kehidupan bangsa dan negara Indonesia juga lebih baik lagi. Apakah kita termasuk orang yang beruntung, merugi atau bahkan celaka, hanya kita sendiri yang tahu.

Orang beruntung itu haus akan ilmu, misal sudah S-1 ingin S-2 dan seterusnya, sudah istiqomah hadir di satu pengajian ingin hadir lagi jika ada acara tabligh akbar, sudah melakukan ibadah wajib ingin menambah ibadah yang sunnah. Tiap hari melakukan amal kebaikan atau amal soleh, meski sekecil apapun, misal membersihkan sampah yang berserakan, bahkan memberi senyuman kepada siapa saja saat bertemu.

BACA JUGA :  DPRD Kota Bogor Berduka, Anggota Dewan Senior Muaz HD Tutup Usia

Orang yang merugi itu amalan dan keimanannya stagnan, tidak ada peningkatan atau perubahan positif. Orang tipe ini cenderung malas, terlalu santai, cari aman, tidak mau maju dan berkembang, cuek dengan orang lain serta lingkungan. Punya prinsip yang penting saya happy dan tidak merugikan orang lain.

Orang yang celaka adalah kualitas amalnya justru menurun dan hidupnya dipenuhi dengan keburukan atau dosa. Intinya orang celaka itu ahli maksiat, ahli maksiat itu orang yang melanggar aturan dari Allah, seperti judi, zina, dzolim, bohong, curang, korupsi dan lain-lain perbuatan dosa. Semoga kita tidak termasuk golongan ini. Jayalah Indonesiaku.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================