BOGORTODAY.COM – Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat semakin meningkat, termasuk dalam upaya mengurangi konsumsi gula harian atau yang dikenal dengan istilah cutting sugar.
Banyak orang mulai membatasi makanan dan minuman manis demi menjaga kesehatan serta menurunkan risiko berbagai penyakit.
Namun, mengurangi gula ternyata tidak sesederhana menghindari minuman bersoda atau makanan penutup. Banyak produk kemasan mengandung gula tambahan yang sering kali tidak dikenali karena tercantum dengan nama yang berbeda pada daftar komposisi.
Gula Bukan Musuh, Tetapi Harus Dikendalikan
Pada dasarnya, gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Masalah muncul ketika konsumsinya berlebihan dan berlangsung dalam jangka panjang.
Asupan gula yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme lainnya. Karena itu, banyak orang mulai lebih teliti membaca informasi nutrisi sebelum membeli produk makanan maupun minuman.
Selain memperhatikan jumlah kalori, kandungan gula menjadi salah satu aspek yang kini sering diperiksa oleh konsumen.
Memahami Perbedaan Gula Total dan Gula Tambahan
Dalam label nutrisi produk kemasan, umumnya terdapat informasi mengenai gula total (total sugar) dan gula tambahan (added sugar).
Gula total mencakup seluruh kandungan gula yang terdapat dalam produk, baik yang berasal secara alami dari bahan pangan maupun yang ditambahkan selama proses produksi.
Sementara itu, gula tambahan adalah gula yang sengaja dimasukkan ke dalam makanan atau minuman untuk meningkatkan rasa manis. Jenis ini dapat berasal dari gula pasir, sirup, madu, konsentrat jus buah, maupun berbagai pemanis lainnya.
Para ahli gizi menyarankan masyarakat lebih memperhatikan kandungan gula tambahan karena sering menjadi penyumbang utama tingginya asupan gula harian.
Nama Lain Gula yang Sering Tidak Disadari
Salah satu hal yang membuat konsumen terkecoh adalah penggunaan istilah berbeda untuk menyebut gula. Tidak semua pemanis dicantumkan dengan nama “gula” atau “glukosa”.
Produsen sering menggunakan berbagai istilah teknis yang sebenarnya tetap merujuk pada kandungan pemanis tambahan.
Berikut beberapa jenis gula tersembunyi yang umum ditemukan dalam produk kemasan.
- Sukrosa
Sukrosa merupakan salah satu bentuk gula yang paling banyak digunakan dalam industri makanan. Bahan ini biasanya berasal dari tebu atau bit gula.
Jenis gula ini banyak ditemukan pada permen, es krim, minuman ringan, biskuit, saus, hingga buah kalengan.
- High Fructose Corn Syrup (HFCS)
HFCS atau sirup jagung tinggi fruktosa merupakan pemanis yang banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman.
Bahan ini sering ditemukan pada minuman bersoda, roti, kue, makanan ringan, serta berbagai produk olahan karena harganya relatif ekonomis dan memiliki rasa manis yang kuat.
- Nektar Agave
Nektar agave kerap dipromosikan sebagai alternatif yang lebih sehat dibanding gula biasa. Pemanis ini berasal dari tanaman agave dan banyak digunakan dalam produk makanan sehat.
Meski demikian, kandungan fruktosanya cukup tinggi sehingga tetap perlu dikonsumsi secara bijak.
Istilah Pemanis yang Perlu Diwaspadai
Selain nama-nama yang sudah umum dikenal, terdapat berbagai istilah lain yang sebenarnya menunjukkan adanya gula tambahan dalam produk.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Beet sugar
- Honey
- Maple syrup
- Molasses
- Fruit juice concentrate
- Buttered syrup
- Rapadura
- Sucanat
Meskipun terdengar lebih alami, bahan-bahan tersebut tetap berkontribusi terhadap asupan gula harian.
Jenis Pemanis Berbasis Glukosa
Ada pula kelompok pemanis yang mengandung glukosa murni atau kombinasi glukosa dengan jenis gula lainnya.
Beberapa nama yang sering muncul dalam daftar komposisi produk antara lain:
- Dextrose
- Maltose
- Maltodextrin
- Dextrin
- Barley malt
- Diastatic malt
- Ethyl maltol
Banyak konsumen tidak menyadari bahwa bahan-bahan tersebut juga termasuk sumber gula tambahan.
Pemanis Berbasis Fruktosa
Selain glukosa, beberapa produk menggunakan pemanis yang sebagian besar mengandung fruktosa.
Contohnya adalah:
- Fructose
- Crystalline fructose
Meski berasal dari sumber yang berbeda, fruktosa tetap perlu dibatasi jika dikonsumsi secara berlebihan.
Jangan Hanya Terpaku pada Tulisan “Rendah Gula”
Label seperti “low sugar”, “natural”, atau “lebih sehat” tidak selalu berarti produk tersebut bebas gula tambahan.
Karena itu, langkah terbaik adalah membaca daftar komposisi dan informasi nilai gizi secara menyeluruh. Semakin awal posisi suatu jenis gula dalam daftar bahan, semakin besar kemungkinan jumlahnya dalam produk tersebut.
Bijak Membaca Label Sebelum Membeli
Mengurangi konsumsi gula bukan berarti harus menghindari semua makanan manis. Yang terpenting adalah memahami sumber gula yang masuk ke dalam tubuh dan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.
Dengan mengenali berbagai nama gula tersembunyi pada kemasan makanan dan minuman, konsumen dapat membuat pilihan yang lebih cerdas.
Kebiasaan sederhana seperti membaca label nutrisi sebelum membeli produk dapat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang dan mengurangi risiko berbagai penyakit akibat konsumsi gula berlebih.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















