BOGORTODAY.COM – Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami masyarakat di seluruh dunia.
Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri berada di atas batas normal secara terus-menerus. Seseorang umumnya dikategorikan mengalami hipertensi jika memiliki tekanan darah 130/80 mmHg atau lebih.
Yang perlu diwaspadai, hipertensi sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau ketika muncul komplikasi serius. Karena sifatnya yang sering tidak terdeteksi sejak awal, hipertensi dikenal sebagai “silent killer” atau pembunuh senyap.
Selain faktor usia, keturunan, dan kondisi medis tertentu, gaya hidup sehari-hari juga memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan tekanan darah. Berikut beberapa kebiasaan yang dapat memicu hipertensi dan sebaiknya mulai dikurangi atau dihindari.
- Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam
Konsumsi garam berlebihan menjadi salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi. Kandungan natrium dalam garam dapat membuat tubuh menahan cairan lebih banyak sehingga volume darah meningkat. Kondisi ini menyebabkan tekanan yang lebih besar pada pembuluh darah.
Perlu diketahui, sumber natrium tidak hanya berasal dari garam dapur. Makanan cepat saji, makanan kalengan, camilan kemasan, serta berbagai bumbu instan juga mengandung natrium dalam jumlah tinggi.
- Stres yang Berlangsung Lama
Ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon tersebut dapat menyebabkan detak jantung meningkat dan pembuluh darah menyempit, sehingga tekanan darah ikut naik.
Jika stres terjadi terus-menerus tanpa pengelolaan yang baik, dampaknya dapat memengaruhi kesehatan jantung dan meningkatkan risiko hipertensi dalam jangka panjang.
- Kurang Bergerak dan Jarang Berolahraga
Gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik dapat membuat sistem kardiovaskular bekerja kurang optimal. Saat tubuh jarang bergerak, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Olahraga rutin seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau jogging dapat membantu menjaga elastisitas pembuluh darah serta menurunkan risiko tekanan darah tinggi.
- Konsumsi Alkohol Berlebihan
Minuman beralkohol yang dikonsumsi secara berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung dan pembuluh darah. Selain meningkatkan tekanan darah, alkohol juga berpotensi mengganggu efektivitas obat-obatan yang digunakan untuk mengontrol hipertensi.
Membatasi konsumsi alkohol merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.
- Kebiasaan Merokok
Setiap kali seseorang merokok, nikotin yang masuk ke dalam tubuh dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah secara sementara. Dalam jangka panjang, zat beracun dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat terbentuknya plak pada arteri.
Kebiasaan ini tidak hanya meningkatkan risiko hipertensi, tetapi juga memperbesar kemungkinan terjadinya penyakit jantung dan stroke.
- Kurang Tidur
Tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga keseimbangan berbagai fungsi tubuh, termasuk pengaturan tekanan darah. Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu hormon yang mengontrol sistem kardiovaskular.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















