Mengapa Curhat Ake Orang Asing Terkadang Terasa Lebih Nyaman? Ini Penjelasan Psikolog

Curhat
Mengapa Curhat Ake Orang Asing Terkadang Terasa Lebih Nyaman? Ini Penjelasan Psikolog. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM  – Tidak sedikit orang yang justru merasa lebih mudah menceritakan masalah pribadi kepada orang yang baru dikenal dibandingkan kepada keluarga atau sahabat dekat. Meski terdengar aneh, fenomena ini ternyata cukup umum terjadi dan memiliki penjelasan dari sudut pandang psikologi.

Bagi sebagian orang, berbicara dengan orang terdekat bisa menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Mereka takut dihakimi, khawatir hubungan berubah, atau merasa malu karena lawan bicara sudah mengetahui banyak hal tentang dirinya. Akibatnya, membuka perasaan justru terasa lebih berat.

Sebaliknya, orang asing sering kali dianggap sebagai sosok yang netral dan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan pribadi seseorang. Karena tidak ada riwayat hubungan yang panjang, proses berbagi cerita dapat terasa lebih ringan dan bebas dari tekanan sosial.

BACA JUGA :  Pemerintah Kucurkan Rp4 Triliun untuk Benahi Perlintasan Sebidang

Rasa Kesepian di Tengah Keramaian

Dosen Psikologi UIN Jakarta, Ikhwan Lutfi, menjelaskan bahwa kecenderungan ini berhubungan dengan kebutuhan dasar manusia untuk merasa terhubung dengan orang lain.

Menurutnya, kehidupan di kota besar sering menghadirkan paradoks. Di satu sisi, seseorang hidup di tengah jutaan orang. Namun di sisi lain, banyak yang tetap merasakan kesepian dan keterasingan dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat sebagian orang merindukan hubungan yang lebih autentik atau authentic connectivity, yaitu interaksi yang terasa jujur tanpa terlalu banyak basa-basi maupun tuntutan sosial. Dalam situasi tertentu, orang asing justru dapat menjadi tempat yang nyaman untuk menyalurkan perasaan.

BACA JUGA :  Wabup Bogor Sebut WTP Dua Kali Berturut-turut Bukti Akuntabilitas Pemkab

Fenomena “Stranger on the Train”

Dalam dunia psikologi dikenal istilah stranger on the train phenomenon. Istilah ini menggambarkan kecenderungan seseorang untuk lebih mudah membuka diri kepada orang asing yang ditemui dalam waktu singkat, misalnya saat bepergian menggunakan kereta atau transportasi umum.

Fenomena tersebut terjadi karena individu merasa peluang untuk bertemu kembali sangat kecil. Akibatnya, risiko sosial yang muncul setelah bercerita dianggap lebih rendah dibandingkan ketika berbagi masalah dengan orang yang berada dalam lingkaran sosialnya.

Jarak sosial yang terbentuk membuat seseorang tidak terlalu khawatir terhadap penilaian jangka panjang atau dampak cerita yang disampaikan terhadap hubungan pribadi mereka.

Faktor Anonimitas Membuat Lebih Bebas

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================