
Mengingat Jalan Kebon Pedes merupakan salah satu urat nadi lalu lintas yang sangat sibuk, Wali Kota menegaskan bahwa pengerjaan konstruksi akan digenjot siang dan malam demi mengejar target waktu.
“Siang malam. Karena kalau dikerjakan malam saja tidak cukup 150 hari kerja. Alternatif jalan kan sebetulnya banyak, muter dikit lah. Ya wayahna (mohon maklum), namanya juga ada pekerjaan konstruksi. Masyarakat mendukung, waktunya terbatas, biayanya juga mahal. Mau tidak mau tentu ada mungkin nanti buka-tutup juga pada saat alat-alat berat masuk,” tambah Dedie.
Di tempat yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perbaikan Badan Jalan dan Dinding Penahan Tanah (DPT) Beton di Jawa Barat, Ade Subhan, memastikan bahwa target durasi pelaksanaan proyek ini memakan waktu selama 150 hari kalender atau sekitar 5 bulan.
“Mulai berjalan dari hari ini lewat Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) per tanggal 17 Juni 2026 ini sampai dengan tanggal 14 November mendatang. Kalau melihat spesifikasinya, tinggi longsor tebing ini hampir lebih dari 8 meter. Sementara untuk panjang bentang penanganannya mencapai 63 meter, guna mengunci titik area longsoran pertama yang berukuran sekitar 15 hingga 18 meter,” beber Ade Subhan.
Terkait potensi gangguan arus lalu lintas selama alat berat beroperasi, Ade Subhan memastikan bahwa kebijakan penutupan jalan total tidak akan diberlakukan setiap hari, melainkan bersifat kondisional dan situasional.
“Betul, itu kondisional. Jadi tidak tiap hari ditutup. Nanti ketika kita membutuhkan emang ditutup arusnya, kita koordinasi dengan Dishub juga dan dengan Polsek agar bisa dilakukan pengalihan arus,” pungkas Ade.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















