
Anjuran tersebut berawal ketika para sahabat menyampaikan bahwa hari Asyura juga diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Menanggapi hal itu, Rasulullah SAW menyatakan keinginannya untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram di tahun berikutnya sebagai pembeda.
Namun sebelum Muharram berikutnya tiba, Rasulullah SAW telah wafat. Hadis tersebut kemudian menjadi dasar para ulama dalam menganjurkan pelaksanaan puasa Tasua bersama puasa Asyura.
Mana yang Lebih Utama?
Para ulama menjelaskan bahwa puasa Asyura tetap menjadi amalan yang paling utama karena keutamaannya disebutkan secara langsung dalam hadis. Sementara puasa Tasua berfungsi sebagai pelengkap sekaligus bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Karena itu, umat Islam dianjurkan melaksanakan kedua puasa tersebut secara bersamaan agar memperoleh keutamaan yang lebih sempurna.
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 1448 Hijriah
Penetapan awal Muharram 1448 H pada tahun 2026 terdapat perbedaan antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU). Perbedaan tersebut berdampak pada jadwal pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura.
Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Versi Nahdlatul Ulama (NU)
Momentum Meraih Keberkahan Muharram
Puasa Tasua dan Asyura bukan sekadar ibadah sunnah biasa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan meraih ampunan Allah SWT.
Dengan melaksanakan kedua puasa tersebut, seorang Muslim tidak hanya mengikuti sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga berharap mendapatkan pahala besar serta penghapusan dosa-dosa yang telah lalu.
Bulan Muharram menjadi momentum yang tepat untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki diri, dan memulai tahun baru Hijriah dengan semangat ibadah yang lebih baik.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















