
Espinosa bahkan mengakui bahwa China kini menjadi acuan baru dalam industri otomotif dunia, terutama dalam aspek teknologi, efisiensi biaya, dan kecepatan pengembangan produk. Karena itu, Nissan berupaya mengadopsi praktik terbaik yang telah diterapkan di negara tersebut untuk diterapkan secara global.
Selain mempercepat pengembangan, Nissan juga akan menerapkan sistem platform dan komponen bersama untuk berbagai model kendaraan. Dengan menggunakan sasis dan komponen inti yang seragam dalam satu keluarga produk, biaya produksi dapat ditekan dan waktu pengembangan semakin singkat.
Salah satu platform pertama yang akan menggunakan pendekatan ini ditujukan bagi kendaraan keluarga yang diproduksi di fasilitas Nissan di Canton, Mississippi, Amerika Serikat. Dari platform tersebut, Nissan berencana melahirkan sejumlah model baru, termasuk SUV, pikap, kendaraan mewah Infiniti, hingga model yang diproduksi untuk Mitsubishi Motors melalui skema OEM.
Perusahaan menargetkan peluncuran lima SUV dan pikap baru serta satu model untuk Mitsubishi paling lambat pada tahun fiskal 2028. Secara keseluruhan, Nissan ingin mengandalkan tiga keluarga model utama yang diharapkan mampu menyumbang hingga 80 persen penjualan global perusahaan.
Langkah agresif ini dilakukan setelah Nissan mencatat penurunan penjualan global pada tahun fiskal 2025. Penjualan perusahaan turun sekitar 6 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi 3,15 juta unit. Di pasar domestik Jepang, penjualan bahkan merosot sekitar 13 persen hingga hanya mencapai 400 ribu unit.
Untuk membalikkan kondisi tersebut, Nissan menargetkan penjualan di Jepang meningkat menjadi 550 ribu unit per tahun pada 2030. Target tersebut akan didukung oleh peluncuran berbagai model baru dalam beberapa tahun mendatang.
Dalam waktu sekitar satu tahun, Nissan berencana menghadirkan tujuh model baru, dimulai dari generasi terbaru mobil listrik Leaf yang dijadwalkan meluncur pada Januari mendatang, disusul kebangkitan Skyline dan sejumlah kendaraan lainnya. Espinosa menyebut agenda tersebut sebagai periode peluncuran produk tercepat dalam sejarah perusahaan.
Selain itu, Nissan juga tengah mempertimbangkan pengembangan model baru yang akan mengisi celah antara mobil kompak Note dan minivan Serena. Tak hanya itu, perusahaan memastikan sedang menggarap generasi penerus mobil sport legendaris GT-R yang selama ini menjadi ikon performa Nissan di pasar global.
Melalui kombinasi teknologi AI, percepatan inovasi, dan strategi produk yang lebih agresif, Nissan berharap mampu memperkuat daya saingnya di tengah perubahan besar industri otomotif dunia yang semakin mengarah pada elektrifikasi dan digitalisasi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















