
BOGORTODAY.COM – Produsen otomotif asal Jepang, Nissan Motor, tengah melakukan transformasi besar dalam pengembangan kendaraan baru.
Di bawah kepemimpinan Presiden Nissan Ivan Espinosa, perusahaan bertekad memangkas waktu pengembangan model baru hingga setengah dari durasi sebelumnya dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi di berbagai lini produksi.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap persaingan industri otomotif yang semakin ketat, terutama dari pabrikan China yang dinilai mampu menghadirkan kendaraan baru ke pasar dalam waktu lebih singkat.
Menurut Espinosa, proses pengembangan yang terlalu lama selama ini membuat Nissan kesulitan menghadirkan produk yang sesuai dengan tren dan kebutuhan konsumen, sehingga berdampak pada performa penjualan perusahaan.
Dalam strategi barunya, Nissan menargetkan pengembangan kendaraan baru hanya membutuhkan waktu sekitar 30 bulan atau 2,5 tahun. Angka tersebut jauh lebih cepat dibandingkan metode sebelumnya.
Salah satu contoh penerapan strategi ini adalah generasi terbaru Nissan Skyline yang saat ini tengah dikembangkan. Model legendaris tersebut disebut hanya memerlukan 26 bulan proses pengembangan, jauh lebih singkat dibandingkan siklus sebelumnya yang mencapai lebih dari empat tahun.
Espinosa menjelaskan bahwa percepatan tersebut dimungkinkan berkat pemanfaatan teknologi AI, simulasi digital, serta penggunaan perangkat lunak canggih dalam tahap desain, pengujian, hingga proses manufaktur. Dengan pendekatan ini, Nissan berharap dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat peluncuran produk baru ke pasar.
Perusahaan menargetkan sekitar 90 persen proyek pengembangan kendaraan pada tahun fiskal 2026 akan menggunakan metode baru tersebut. Selain mempercepat inovasi, strategi ini juga diharapkan membuat Nissan lebih responsif terhadap perubahan regulasi serta tren pasar global yang bergerak sangat cepat.
Pengalaman Nissan di China menjadi salah satu faktor penting dalam perubahan strategi tersebut. Melalui kerja sama dengan Dongfeng Motor, Nissan berhasil mengembangkan mobil listrik Dongfeng Nissan N7 dalam waktu hanya dua tahun. Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa proses pengembangan kendaraan dapat dilakukan lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas.
Espinosa bahkan mengakui bahwa China kini menjadi acuan baru dalam industri otomotif dunia, terutama dalam aspek teknologi, efisiensi biaya, dan kecepatan pengembangan produk. Karena itu, Nissan berupaya mengadopsi praktik terbaik yang telah diterapkan di negara tersebut untuk diterapkan secara global.
Selain mempercepat pengembangan, Nissan juga akan menerapkan sistem platform dan komponen bersama untuk berbagai model kendaraan. Dengan menggunakan sasis dan komponen inti yang seragam dalam satu keluarga produk, biaya produksi dapat ditekan dan waktu pengembangan semakin singkat.
Salah satu platform pertama yang akan menggunakan pendekatan ini ditujukan bagi kendaraan keluarga yang diproduksi di fasilitas Nissan di Canton, Mississippi, Amerika Serikat. Dari platform tersebut, Nissan berencana melahirkan sejumlah model baru, termasuk SUV, pikap, kendaraan mewah Infiniti, hingga model yang diproduksi untuk Mitsubishi Motors melalui skema OEM.
Perusahaan menargetkan peluncuran lima SUV dan pikap baru serta satu model untuk Mitsubishi paling lambat pada tahun fiskal 2028. Secara keseluruhan, Nissan ingin mengandalkan tiga keluarga model utama yang diharapkan mampu menyumbang hingga 80 persen penjualan global perusahaan.
Langkah agresif ini dilakukan setelah Nissan mencatat penurunan penjualan global pada tahun fiskal 2025. Penjualan perusahaan turun sekitar 6 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi 3,15 juta unit. Di pasar domestik Jepang, penjualan bahkan merosot sekitar 13 persen hingga hanya mencapai 400 ribu unit.
Untuk membalikkan kondisi tersebut, Nissan menargetkan penjualan di Jepang meningkat menjadi 550 ribu unit per tahun pada 2030. Target tersebut akan didukung oleh peluncuran berbagai model baru dalam beberapa tahun mendatang.
Dalam waktu sekitar satu tahun, Nissan berencana menghadirkan tujuh model baru, dimulai dari generasi terbaru mobil listrik Leaf yang dijadwalkan meluncur pada Januari mendatang, disusul kebangkitan Skyline dan sejumlah kendaraan lainnya. Espinosa menyebut agenda tersebut sebagai periode peluncuran produk tercepat dalam sejarah perusahaan.
Selain itu, Nissan juga tengah mempertimbangkan pengembangan model baru yang akan mengisi celah antara mobil kompak Note dan minivan Serena. Tak hanya itu, perusahaan memastikan sedang menggarap generasi penerus mobil sport legendaris GT-R yang selama ini menjadi ikon performa Nissan di pasar global.
Melalui kombinasi teknologi AI, percepatan inovasi, dan strategi produk yang lebih agresif, Nissan berharap mampu memperkuat daya saingnya di tengah perubahan besar industri otomotif dunia yang semakin mengarah pada elektrifikasi dan digitalisasi.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















