Wali Murid di Sukaraja Keluhkan Sistem SPMB Kabupaten Bogor 2026

SPMB
Wali murid mengantre untuk mengadukan masalah Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Kamis (18/6/2026). FOTO : BOGORTODAY.COM/RIFKI RAMADHAN.

BOGORTODAY.COM – Seorang wali murid asal Sukaraja, Lelia (50), mengeluhkan sistem penerimaan murid baru (SPMB) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat tahun 2026. Ia menilai sistem tersebut kurang fleksibel dibandingkan dengan SPMB di Kota Bogor.

Lelia mengaku sudah dua kali harus mendatangi pos pengaduan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor untuk mengurus masalah administrasi pendaftaran anaknya. Ia bahkan rela datang pagi-pagi demi mengurus persoalan tersebut.

BACA JUGA :  DPRD Kabupaten Bogor Dorong Perkantoran Lengkapi SLF

Masalah pertama muncul pada surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) yang ia urus. Setelah dicetak dan dibawa kembali ke rumah, Lelia baru menyadari bahwa nama yang tercantum sebagai penanggung jawab bukan dirinya, melainkan adiknya.

“Pas diprint SP yang penanggung jawab mutlak itu, nama adik saya. Kenapa munculnya jadi nama adik saya. Mau saya suruh minta ganti doang, bisa enggak, jadi ke orang tuanya gitu,” kata Lelia, Kamis (18/6/2026).

BACA JUGA :  Turnamen Basket 3x3 di Jantung Kota Bogor: Gelar 98 Laga, Taman Ekspresi Dipadati Penonton

Selain itu, Lelia juga mengeluhkan sistem zonasi yang tidak memungkinkan titik koordinat diubah secara mandiri oleh wali murid. Ia membandingkan hal ini dengan sistem SPMB di Kota Bogor yang menurutnya lebih memudahkan orangtua siswa.

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================