
Beberapa ketentuan utama meliputi:
- Baterai tidak boleh mengalami kebakaran ataupun ledakan dalam berbagai kondisi pengujian yang ditetapkan.
- Sistem peringatan dini tetap harus tersedia untuk mendeteksi potensi gangguan.
- Asap yang dihasilkan saat terjadi kerusakan tidak boleh membahayakan keselamatan penumpang.
- Diterapkannya uji benturan dari bagian bawah kendaraan guna mengukur kemampuan perlindungan baterai terhadap tabrakan atau hantaman dari bawah.
- Baterai wajib lolos pengujian keselamatan setelah menjalani 300 kali siklus pengisian cepat (fast charging), termasuk uji korsleting eksternal tanpa memicu kebakaran atau ledakan.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi risiko thermal runaway, yaitu kondisi ketika suhu baterai meningkat secara tidak terkendali dan berpotensi menyebabkan kebakaran.
Produsen Besar Klaim Sudah Siap
Sejumlah perusahaan baterai dan produsen kendaraan listrik mengaku telah menyesuaikan produknya dengan standar terbaru tersebut.
CATL, salah satu produsen baterai terbesar di dunia, menyatakan seluruh lini baterai kendaraan penumpang maupun kendaraan komersial yang diproduksi massal telah berhasil memenuhi standar nasional baru sejak 2025.
Sementara itu, BYD mengungkapkan bahwa Blade Battery generasi kedua miliknya telah lolos serangkaian pengujian dan bahkan mampu melampaui batas minimum yang dipersyaratkan regulasi baru.
Biaya Produksi Diprediksi Naik
Meski mendapat sambutan positif dari sisi keselamatan, sejumlah analis menilai penerapan standar baru berpotensi meningkatkan biaya produksi kendaraan listrik.
Produsen diperkirakan harus mengeluarkan investasi tambahan untuk pengembangan teknologi keamanan, pengujian produk, hingga peningkatan kualitas material baterai.
Meski demikian, pemerintah China menegaskan bahwa peningkatan standar keselamatan merupakan investasi jangka panjang demi membangun kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik.
Fokus pada Pencegahan Kebakaran Baterai
Selain dua regulasi utama tersebut, otoritas China juga tengah menyiapkan standar tambahan terkait sistem deteksi kebakaran kendaraan listrik. Regulasi bernama Fire Detectors for Vehicles (GB47497-2026) akan difokuskan pada pengembangan teknologi peringatan dini untuk mendeteksi potensi gangguan pada baterai sebelum terjadi insiden serius.
Melalui berbagai kebijakan ini, China menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki tingkat keamanan yang semakin tinggi bagi pengguna di masa depan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















