
Lebih lanjut, Jaro Ade memaparkan sejumlah keuntungan ekologis dari keberadaan pohon di sekitar tempat tinggal. Selain mampu menciptakan iklim mikro yang sejuk dan berfungsi sebagai pendingin alami, pohon di pekarangan juga efektif meredam kebisingan jalan, menyerap air hujan untuk mengurangi risiko genangan, serta menyaring polusi udara harian.
Dalam skala makro, gerakan penanaman pohon mandiri ini juga berkontribusi pada penyerapan emisi karbon dioksida (CO2) yang menjadi pemicu utama pemanasan global.
“Kami berencana mencanangkan gerakan penanaman pohon di pekarangan rumah warga secara masif. Ini bagian dari langkah taktis kami untuk mengembalikan Kabupaten Bogor yang asri, hijau, dan lestari,” tambahnya.
Didukung Penuh oleh Warga
Inisiatif penataan lingkungan dari Pemkab Bogor ini langsung mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Salah satunya diutarakan oleh Inggit, warga Kampung Gadog RT 04/RW 03, Desa Gadog, yang rumahnya menjadi titik penanaman perdana durian unggul tersebut.
Menurut Inggit, pemanfaatan lahan tidur di sekitar rumah untuk ditanami tanaman produktif, sayuran, maupun apotek hidup sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini. Ia menilai program ini sejalan dengan visi pembangunan lingkungan berkelanjutan yang tengah digagas oleh pasangan Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















