Benjolan di Ketiak Jangan Diabaikan, Kenali Penyebab dan Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Benjolan
Benjolan di Ketiak Jangan Diabaikan, Kenali Penyebab dan Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Munculnya benjolan di ketiak kerap membuat seseorang merasa cemas, terlebih jika terjadi secara mendadak atau disertai rasa nyeri.

Meski dalam banyak kasus kondisi ini tidak berbahaya, benjolan di area ketiak tetap perlu mendapatkan perhatian agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Ketiak merupakan bagian tubuh yang memiliki banyak kelenjar getah bening, folikel rambut, dan kelenjar keringat. Berbagai struktur tersebut dapat menjadi sumber munculnya benjolan dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Sebagian benjolan dapat hilang sendiri, namun ada pula yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Jadi Penyebab yang Sering Terjadi

Salah satu penyebab paling umum munculnya benjolan di ketiak adalah pembesaran kelenjar getah bening. Kondisi ini biasanya terjadi ketika tubuh sedang melawan infeksi, baik yang disebabkan oleh virus, bakteri, maupun peradangan tertentu.

Saat sistem kekebalan tubuh bekerja lebih aktif, kelenjar getah bening dapat membengkak dan terasa sebagai benjolan di bawah kulit. Umumnya kondisi ini akan membaik seiring pulihnya infeksi yang dialami tubuh.

Infeksi Folikel Rambut Bisa Memicu Benjolan

Benjolan di ketiak juga dapat muncul akibat infeksi pada folikel rambut atau yang dikenal sebagai folikulitis. Kondisi ini sering terjadi setelah mencukur bulu ketiak, terutama jika kulit mengalami iritasi atau terdapat luka kecil yang memungkinkan bakteri masuk.

Folikulitis biasanya ditandai dengan benjolan kecil yang terasa nyeri, kemerahan, dan terkadang disertai rasa gatal atau sensasi terbakar pada kulit di sekitarnya.

BACA JUGA :  Jaro Ade Resmi Buka Turnamen Golf Bergengsi HJB ke-544 di Gunung Putri

Kista dan Lipoma Umumnya Bersifat Jinak

Selain infeksi, benjolan di ketiak dapat disebabkan oleh kista. Kista terbentuk akibat penumpukan cairan, sel kulit mati, atau material lain yang terjebak di bawah permukaan kulit.

Sebagian besar kista tidak berbahaya, namun ukurannya dapat bertambah besar atau mengalami peradangan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Penyebab lain yang cukup sering ditemukan adalah lipoma, yakni benjolan yang terbentuk dari jaringan lemak. Lipoma umumnya memiliki tekstur lunak, mudah digerakkan saat diraba, dan tumbuh secara perlahan. Kondisi ini biasanya bersifat jinak dan jarang menimbulkan komplikasi serius.

Tanda-Tanda yang Tidak Boleh Diabaikan

Walaupun sebagian besar benjolan di ketiak tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian khusus. Pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan apabila benjolan terus membesar, terasa keras, sulit digerakkan saat disentuh, atau tidak kunjung menghilang dalam beberapa minggu.

Pembengkakan kelenjar getah bening yang berlangsung lama juga dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu, termasuk penyakit autoimun maupun gangguan pada sistem limfatik.

Selain itu, seseorang perlu lebih waspada jika benjolan muncul bersamaan dengan gejala lain seperti demam berkepanjangan, keringat berlebih pada malam hari, kelelahan yang tidak biasa, atau penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.

Gejala-gejala tersebut dapat menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang membutuhkan evaluasi medis lebih lanjut.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia Mobile Legends Jalani Dua Laga Penting di Kualifikasi Asian Games 2026 Hari Ini

Bagaimana Dokter Menentukan Penyebabnya?

Untuk mengetahui penyebab pasti benjolan di ketiak, dokter biasanya akan memulai dengan pemeriksaan fisik dan wawancara terkait riwayat kesehatan pasien. Dalam pemeriksaan tersebut, dokter akan menilai ukuran benjolan, teksturnya, tingkat nyeri, serta perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.

Jika diperlukan, dokter dapat meminta pemeriksaan penunjang seperti tes darah guna mendeteksi adanya infeksi atau tanda-tanda peradangan dalam tubuh.

Pemeriksaan pencitraan seperti USG juga sering digunakan untuk melihat kondisi jaringan di area ketiak secara lebih rinci. Pada beberapa kasus tertentu, mammografi dapat direkomendasikan, terutama jika terdapat kecurigaan adanya hubungan dengan jaringan payudara.

Apabila penyebab benjolan masih belum dapat dipastikan, dokter mungkin menyarankan biopsi. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari benjolan untuk diperiksa di laboratorium sehingga diagnosis dapat ditegakkan secara lebih akurat.

Pentingnya Deteksi Dini

Meskipun tidak semua benjolan di ketiak menandakan penyakit serius, mengenali gejala sejak dini tetap menjadi langkah penting. Pemeriksaan medis yang tepat dapat membantu memastikan penyebab benjolan sekaligus mencegah kemungkinan komplikasi jika ternyata berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.

Karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan benjolan yang tidak biasa atau disertai gejala yang mengganggu. Penanganan yang cepat dan tepat akan membantu menjaga kesehatan serta memberikan ketenangan bagi penderitanya.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================