Malam Asyura 10 Muharram 1448 H: Keutamaan, Waktu Mustajab Berdoa, dan Amalan yang Dianjurkan

BOGORTODAY.COM – Umat Islam akan memasuki Malam Asyura, yakni malam menjelang 10 Muharram 1448 Hijriah, yang dikenal sebagai salah satu malam istimewa dalam kalender Islam. Momentum ini menjadi kesempatan bagi kaum muslimin untuk memperbanyak ibadah, berdoa, berzikir, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam literatur Islam klasik, malam Asyura termasuk waktu yang memiliki keutamaan tersendiri. Sejumlah ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam tersebut dengan berbagai amalan sunnah sebagai bentuk penghambaan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Malam Asyura Termasuk Malam yang Dimuliakan

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa terdapat sejumlah malam yang memiliki keutamaan khusus dan dianjurkan untuk diisi dengan ibadah. Salah satunya adalah malam Asyura.

Menurut beliau, malam-malam istimewa tersebut merupakan kesempatan berharga bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal saleh. Mereka yang memanfaatkan waktu-waktu mulia itu diyakini akan memperoleh keberkahan, sementara orang yang menyia-nyiakannya dikhawatirkan kehilangan kesempatan meraih pahala yang besar.

Karena itu, umat Islam dianjurkan mengisi malam Asyura dengan berbagai bentuk ibadah seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, hingga memperbanyak doa.

Malam Asyura sebagai Waktu yang Baik untuk Berdoa

Selain dikenal sebagai malam yang penuh keberkahan, malam Asyura juga diyakini sebagai salah satu waktu yang baik untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Meskipun tidak terdapat doa khusus yang secara tegas diwajibkan atau disunnahkan oleh Rasulullah SAW pada malam tersebut, para ulama membolehkan umat Islam memanjatkan berbagai doa untuk kebaikan dunia maupun akhirat.

BACA JUGA :  Kebiasaan Menyimpan Handuk di Kamar Mandi Ternyata Berisiko, Ini Penjelasan Ahlinya

Salah satu doa yang banyak dibaca masyarakat muslim pada malam Asyura tercantum dalam kitab Majmu’ Syarif. Isi doa tersebut memohon perlindungan, keberkahan umur, kemudahan dalam menjalankan ketaatan, kehidupan yang baik, serta akhir hayat yang husnul khatimah.

Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa?

Keistimewaan Hari Asyura tidak terlepas dari berbagai peristiwa penting yang disebutkan dalam riwayat-riwayat Islam. Tanggal 10 Muharram dikenal sebagai hari yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang besar bagi umat Islam.

Salah satu amalan paling utama pada hari tersebut adalah menjalankan puasa Asyura. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan puasa pada hari Asyura dan menganjurkan umatnya untuk melakukan hal yang sama.

Keutamaan puasa Asyura juga dijelaskan dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa Asyura menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.

Hari Diselamatkannya Nabi Musa AS

Dalam berbagai riwayat sahih dijelaskan bahwa Hari Asyura merupakan hari ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun beserta pasukannya.

Sebagai bentuk rasa syukur atas pertolongan Allah tersebut, Nabi Musa AS berpuasa pada hari itu. Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah dan mendapati kaum Yahudi juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram, beliau menanyakan alasan mereka melaksanakan puasa tersebut.

BACA JUGA :  GERD dan Henti Jantung, Apakah Ada Hubungannya?

Setelah mengetahui bahwa puasa itu dilakukan untuk mengenang keselamatan Nabi Musa AS, Rasulullah SAW menyatakan bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti ajaran Nabi Musa AS. Beliau kemudian berpuasa pada hari Asyura dan mengajak para sahabat untuk melaksanakannya.

Riwayat tentang Nabi Nuh AS

Dalam sejumlah riwayat yang dikutip oleh Ibnu Katsir dalam kitab Qashash Al-Anbiya, disebutkan pula bahwa Hari Asyura bertepatan dengan saat berlabuhnya kapal Nabi Nuh setelah peristiwa banjir besar.

Riwayat tersebut menyebutkan bahwa Nabi Nuh AS dan para pengikutnya berpuasa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas keselamatan yang diberikan.

Meski terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai sebagian rincian riwayat tersebut, kisah-kisah yang berkaitan dengan Hari Asyura semakin menegaskan nilai sejarah dan spiritual yang melekat pada tanggal 10 Muharram.

Momentum Muhasabah dan Peningkatan Ibadah

Malam dan Hari Asyura menjadi momen yang tepat bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Selain memperbanyak doa dan zikir, umat Islam juga dianjurkan meningkatkan kualitas ibadah, mempererat silaturahmi, serta memperbanyak amal kebaikan.

Dengan memanfaatkan malam yang penuh keberkahan ini, diharapkan setiap muslim dapat memperoleh ampunan, rahmat, serta keberkahan dari Allah SWT, sekaligus menjadikan tahun baru Hijriah sebagai awal untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.

Wallahu a’lam bishawab.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================