
BOGORTODAY.COM – Bagi sebagian penumpang, terutama yang baru pertama kali bepergian dengan pesawat, situasi ketika pesawat sudah mendekati bandara tujuan tetapi tiba-tiba kembali naik atau berputar-putar di udara bisa menimbulkan rasa cemas. Tidak sedikit yang mengira terjadi masalah teknis atau keadaan darurat.
Padahal, kondisi tersebut umumnya merupakan bagian dari prosedur keselamatan penerbangan yang sudah diatur secara ketat. Keputusan untuk menunda pendaratan justru menunjukkan bahwa pilot dan petugas pengatur lalu lintas udara sedang memastikan seluruh proses berlangsung dengan aman.
Lalu, apa saja penyebab pesawat belum bisa mendarat meski sudah berada di dekat bandara tujuan? Berikut penjelasannya.
Cuaca Tidak Mendukung
Faktor cuaca menjadi salah satu penyebab paling umum yang membuat pesawat harus menunda pendaratan. Hujan deras, kabut tebal, badai petir, hingga angin kencang dapat mengurangi jarak pandang dan memengaruhi stabilitas pesawat saat mendekati landasan.
Dalam kondisi seperti ini, pilot biasanya akan menunggu cuaca membaik atau mengikuti instruksi dari petugas pengendali lalu lintas udara sebelum melanjutkan proses pendaratan.
Landasan Pacu Masih Digunakan
Bandara yang melayani banyak penerbangan setiap hari sering kali mengalami kepadatan lalu lintas udara. Ketika landasan pacu masih dipakai oleh pesawat lain untuk lepas landas atau mendarat, pesawat yang datang harus menunggu giliran.
Situasi ini membuat pesawat terkadang harus berputar di udara beberapa saat hingga mendapatkan izin untuk mendarat.
Posisi Pesawat Belum Ideal
Sebelum menyentuh landasan, pesawat harus berada pada jalur, kecepatan, dan ketinggian yang tepat. Jika pilot menilai salah satu parameter tersebut belum sesuai standar keselamatan, pendaratan dapat dibatalkan sementara.
Prosedur ini dikenal dengan istilah go-around, yaitu ketika pesawat kembali menambah ketinggian dan melakukan pendekatan ulang untuk memperoleh posisi pendaratan yang lebih aman.
Adanya Gangguan di Area Landasan
Meskipun jarang terjadi, landasan pacu bisa saja tidak steril karena adanya kendaraan operasional, hewan liar, atau benda asing yang berpotensi mengganggu proses pendaratan.
Sebelum pesawat diizinkan mendarat, pihak bandara harus memastikan area landasan benar-benar aman dan bebas dari segala hambatan.
Kepadatan Lalu Lintas Udara
Bandara internasional maupun bandara besar sering menghadapi arus penerbangan yang sangat padat. Untuk mengatur antrean pendaratan, petugas pengatur lalu lintas udara biasanya meminta sejumlah pesawat melakukan pola putaran tertentu di udara sambil menunggu jadwal pendaratan.
Langkah ini dilakukan agar jarak antar pesawat tetap aman dan proses operasional bandara berjalan lancar.
Dialihkan ke Bandara Alternatif
Dalam kondisi tertentu, pesawat mungkin tidak dapat mendarat di bandara tujuan karena cuaca ekstrem, kepadatan yang terlalu tinggi, atau faktor keselamatan lainnya.
Jika waktu tunggu dianggap terlalu lama atau persediaan bahan bakar harus dihemat, pilot dapat memutuskan mengalihkan penerbangan ke bandara alternatif terdekat. Keputusan ini diambil demi menjaga keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat.
Tidak Perlu Panik Saat Pesawat Berputar di Udara
Ketika pesawat belum bisa mendarat sesuai jadwal, penumpang tidak perlu langsung khawatir. Sebagian besar kasus terjadi karena alasan keselamatan dan merupakan prosedur yang lazim dalam dunia penerbangan.
Pilot dan petugas lalu lintas udara selalu memprioritaskan keamanan dibandingkan ketepatan waktu. Karena itu, jika pesawat harus kembali naik, berputar di udara, atau bahkan dialihkan ke bandara lain, langkah tersebut justru menunjukkan bahwa standar keselamatan sedang dijalankan dengan baik.
Memahami berbagai penyebab pesawat belum dapat mendarat dapat membantu penumpang tetap tenang dan merasa lebih nyaman selama perjalanan udara.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















