Gempa M 7,2 Guncang Jepang Utara, Tidak Ada Korban Jiwa maupun Ancaman Tsunami

Gempa
Ilustrasi Gempa. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 mengguncang wilayah lepas pantai utara Jepang pada Kamis (25/6/2026) pagi waktu setempat. Meski getarannya dirasakan hingga ratusan kilometer dari pusat gempa, termasuk di Tokyo, otoritas setempat memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar akibat peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi dari Japan Meteorological Agency (JMA), gempa terjadi sekitar pukul 07.30 waktu setempat dengan pusat gempa berada di perairan lepas pantai Prefektur Iwate, Pulau Honshu. Awalnya, kekuatan gempa diumumkan sebesar Magnitudo 6,9 sebelum kemudian direvisi menjadi Magnitudo 7,2 dengan kedalaman sekitar 44 kilometer.

Meski berkekuatan besar, gempa tersebut tidak memicu peringatan tsunami. Namun, sejumlah aktivitas masyarakat dan layanan publik sempat terganggu akibat getaran yang cukup kuat.

Salah seorang warga Hashikami di Prefektur Aomori, Mutsumi Shimohata, mengaku terkejut ketika alarm peringatan gempa berbunyi di ponsel pintarnya sesaat setelah guncangan terjadi. Menurutnya, getaran terasa cukup lama meski tidak menyebabkan kerusakan serius pada rumahnya.

BACA JUGA :  Kepribadian Seseorang Bisa Terlihat dari Cuaca Favoritnya, Benarkah?

Ia menyebut hanya sebuah bingkai foto yang jatuh akibat gempa. Namun, perusahaan tempatnya bekerja memilih menghentikan sementara aktivitas dan meminta para karyawan tetap berada di rumah setelah ditemukan kerusakan ringan pada gedung kantor, termasuk pintu otomatis yang tidak berfungsi dan sebagian plafon yang runtuh.

Dampak gempa juga dirasakan pada sektor transportasi. Sejumlah layanan kereta cepat Shinkansen dilaporkan dihentikan sementara guna memastikan keselamatan operasional. Selain itu, beberapa sekolah di wilayah terdampak juga mengambil langkah pencegahan dengan menutup kegiatan belajar untuk sementara waktu.

Media lokal melaporkan adanya sejumlah insiden kecil pascagempa, termasuk warga yang terjebak di dalam lift, pintu bangunan yang macet, hingga sebuah truk tangki yang terguling. Petugas darurat langsung melakukan penanganan terhadap laporan-laporan tersebut.

Pemerintah Jepang terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali. Juru bicara pemerintah, Minoru Kihara, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan informasi mengenai korban jiwa.

Menurutnya, pemerintah akan terus mengumpulkan data dan mengevaluasi dampak yang ditimbulkan oleh gempa tersebut, termasuk kemungkinan kerusakan pada infrastruktur dan fasilitas umum.

BACA JUGA :  Pos Koramil Megamendung Resmi Berdiri, Jaro Ade: Jaga Sinergi Demi Bogor Aman

Sementara itu, otoritas pengawas nuklir Jepang memastikan tidak ditemukan gangguan ataupun kondisi tidak normal pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir yang berada di wilayah terdampak gempa. Pemeriksaan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan seluruh sistem beroperasi dengan aman.

Jepang memang dikenal sebagai salah satu negara yang paling sering mengalami aktivitas seismik karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Meski demikian, negara tersebut memiliki sistem mitigasi bencana dan peringatan dini yang sangat maju, sehingga mampu meminimalkan risiko korban saat terjadi gempa berkekuatan besar.

Peristiwa gempa kali ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di wilayah yang memiliki tingkat aktivitas tektonik tinggi seperti Jepang. Hingga saat ini, otoritas setempat masih terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan keamanan masyarakat di daerah terdampak.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================