
Ketika saraf pencernaan terganggu, pergerakan usus menjadi lebih lambat dan risiko sembelit meningkat. Gejala lain yang sering menyertai diabetes antara lain rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, tubuh mudah lelah, penglihatan kabur, serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Stres dan Gangguan Kecemasan
Kesehatan mental ternyata juga memiliki hubungan erat dengan kesehatan pencernaan. Saat seseorang mengalami stres atau kecemasan berlebihan, sistem saraf tubuh dapat memengaruhi fungsi usus dan memperlambat proses pencernaan.
Akibatnya, tinja bergerak lebih lambat di dalam saluran pencernaan dan memicu sembelit. Selain gangguan buang air besar, kecemasan biasanya disertai gejala seperti sulit tidur, gelisah, mudah marah, sulit berkonsentrasi, dan rasa khawatir yang berlebihan.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Sembelit yang terjadi sesekali umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik dengan perubahan pola makan serta gaya hidup. Namun, jika keluhan berlangsung lama, sering kambuh, atau disertai gejala lain seperti penurunan berat badan, nyeri hebat, hingga adanya darah pada tinja, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan memastikan tidak ada gangguan kesehatan yang lebih serius di balik sembelit yang dialami.
Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, mencukupi kebutuhan cairan, serta mengelola stres dengan baik dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit berulang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














