
Karena alasan tersebut, minuman olahraga yang mengandung elektrolit dan karbohidrat sering direkomendasikan untuk aktivitas dengan intensitas tinggi dan durasi panjang. Selain membantu mengganti mineral yang hilang, minuman ini juga menyediakan energi tambahan bagi otot dan otak.
Pentingnya Mengisi Energi Saat Istirahat
Waktu jeda atau istirahat dalam pertandingan maupun latihan sering kali dianggap sekadar kesempatan untuk melepas lelah. Padahal, momen tersebut sangat penting untuk memulihkan kondisi tubuh.
Para ahli menyarankan fokus pada tiga komponen utama saat jeda olahraga, yaitu karbohidrat, elektrolit, dan cairan.
Karbohidrat sederhana sebanyak 30 hingga 60 gram dapat membantu mengembalikan energi yang terpakai selama aktivitas fisik. Sumbernya bisa berasal dari minuman olahraga, buah pisang, gel karbohidrat, atau camilan energi lainnya yang mudah dicerna.
Selain itu, natrium tetap menjadi elektrolit yang paling diprioritaskan karena berperan besar dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kalium dan magnesium juga tetap diperlukan untuk mendukung fungsi otot dan saraf.
Untuk kebutuhan cairan, atlet umumnya dianjurkan mengonsumsi sekitar 350 hingga 700 mililiter selama masa istirahat, serta menambah sekitar 120 hingga 240 mililiter setiap 15 menit saat aktivitas berlangsung.
Cara Mudah Mengetahui Tubuh Kekurangan Cairan
Menjaga hidrasi sebenarnya dapat dilakukan dengan cara sederhana. Salah satunya adalah memantau perubahan berat badan sebelum dan sesudah olahraga. Jika berat badan turun lebih dari dua persen, hal tersebut bisa menjadi tanda tubuh mulai mengalami dehidrasi.
Cara lain yang lebih praktis adalah memperhatikan warna urine. Urine berwarna kuning muda menandakan tubuh terhidrasi dengan baik. Sebaliknya, warna yang lebih pekat atau gelap menunjukkan kebutuhan cairan yang belum terpenuhi.
Bagi sebagian orang yang tidak nyaman memantau berat badan, memperhatikan warna urine dan rasa haus sudah cukup untuk menjadi indikator kondisi hidrasi tubuh.
Jangan Abaikan Sinyal dari Tubuh
Berkeringat saat berolahraga merupakan proses alami yang membantu mengatur suhu tubuh. Namun, di balik proses tersebut, tubuh juga kehilangan sejumlah cairan dan mineral penting yang harus segera diganti.
Jika aktivitas fisik berlangsung lebih dari satu jam atau menghasilkan keringat dalam jumlah banyak, hanya mengandalkan air putih mungkin tidak cukup. Tubuh membutuhkan tambahan elektrolit dan energi agar tetap mampu bekerja secara optimal.
Karena itu, memahami kandungan keringat dan pentingnya menjaga hidrasi bukan hanya bermanfaat bagi atlet, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin tetap sehat dan menjaga performa tubuh saat beraktivitas.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















