Jangan Anggap Sepele Keringat Saat Olahraga, Ini Kandungan Penting yang Hilang dari Tubuh

Keringat
Ilustrasi Berkeringat. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Banyak orang mengira keringat hanyalah cairan yang keluar saat tubuh merasa panas atau ketika berolahraga. Padahal, di balik tetesan keringat terdapat berbagai zat penting yang berperan menjaga keseimbangan fungsi tubuh.

Kehilangan cairan dan mineral dalam jumlah besar tanpa penggantian yang tepat dapat memengaruhi performa fisik hingga kesehatan secara keseluruhan.

Ahli nutrisi olahraga sekaligus Director of Sports Performance and Nutrition Education Herbalife, Krissy Ladner, menjelaskan bahwa tubuh dapat kehilangan antara satu hingga tiga liter keringat setiap jam saat melakukan aktivitas fisik intens.

Bahkan, penurunan berat badan sekitar dua persen akibat kehilangan cairan sudah cukup untuk menurunkan kemampuan tubuh dalam beraktivitas secara optimal.

Keringat Bukan Sekadar Air

Selama ini banyak orang menganggap keringat hanya terdiri dari air. Faktanya, cairan yang keluar melalui pori-pori juga membawa berbagai elektrolit penting yang dibutuhkan tubuh.

Beberapa mineral utama yang terkandung dalam keringat antara lain natrium, klorida, kalium, magnesium, dan kalsium. Masing-masing memiliki fungsi vital untuk menjaga kesehatan dan performa tubuh.

Natrium dan klorida berperan dalam mengatur keseimbangan cairan, menjaga tekanan darah, membantu kerja saraf, serta mendukung kontraksi otot. Sementara kalium berfungsi menjaga kesehatan jantung sekaligus membantu kerja saraf dan otot.

Di sisi lain, magnesium berperan dalam berbagai proses metabolisme tubuh, termasuk fungsi saraf dan kesehatan tulang. Sedangkan kalsium dibutuhkan untuk kontraksi otot dan pengiriman sinyal antar sel saraf.

Dampak Kehilangan Elektrolit Berlebihan

Saat tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dan elektrolit melalui keringat, berbagai gejala dapat muncul. Mulai dari kram otot, rasa lelah berlebihan, sakit kepala, hingga pusing.

BACA JUGA :  Cara Menghadapi Orang dengan NPD: Kenali Polanya dan Lindungi Kesehatan Emosional Anda

Dalam kondisi yang lebih serius, kehilangan elektrolit dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, lambatnya respons tubuh, bahkan gangguan irama jantung. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan cairan dan mineral selama beraktivitas fisik sangat penting, terutama bagi atlet atau mereka yang berolahraga dalam durasi panjang.

Apakah Air Putih Sudah Cukup?

Air putih memang menjadi pilihan utama untuk mengatasi rasa haus dan mengganti cairan tubuh yang hilang. Namun, untuk aktivitas fisik yang berlangsung lebih dari satu jam, air putih saja belum tentu mencukupi.

Meski mampu menggantikan volume cairan yang hilang, air tidak mengandung natrium yang ikut terbuang melalui keringat. Padahal, natrium berfungsi membantu tubuh mempertahankan cairan dan mempercepat proses penyerapannya.

Karena alasan tersebut, minuman olahraga yang mengandung elektrolit dan karbohidrat sering direkomendasikan untuk aktivitas dengan intensitas tinggi dan durasi panjang. Selain membantu mengganti mineral yang hilang, minuman ini juga menyediakan energi tambahan bagi otot dan otak.

Pentingnya Mengisi Energi Saat Istirahat

Waktu jeda atau istirahat dalam pertandingan maupun latihan sering kali dianggap sekadar kesempatan untuk melepas lelah. Padahal, momen tersebut sangat penting untuk memulihkan kondisi tubuh.

Para ahli menyarankan fokus pada tiga komponen utama saat jeda olahraga, yaitu karbohidrat, elektrolit, dan cairan.

Karbohidrat sederhana sebanyak 30 hingga 60 gram dapat membantu mengembalikan energi yang terpakai selama aktivitas fisik. Sumbernya bisa berasal dari minuman olahraga, buah pisang, gel karbohidrat, atau camilan energi lainnya yang mudah dicerna.

Selain itu, natrium tetap menjadi elektrolit yang paling diprioritaskan karena berperan besar dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kalium dan magnesium juga tetap diperlukan untuk mendukung fungsi otot dan saraf.

BACA JUGA :  IGI Dorong Stasiun Pengisian Daya untuk Motor Listrik Hibah BGN

Untuk kebutuhan cairan, atlet umumnya dianjurkan mengonsumsi sekitar 350 hingga 700 mililiter selama masa istirahat, serta menambah sekitar 120 hingga 240 mililiter setiap 15 menit saat aktivitas berlangsung.

Cara Mudah Mengetahui Tubuh Kekurangan Cairan

Menjaga hidrasi sebenarnya dapat dilakukan dengan cara sederhana. Salah satunya adalah memantau perubahan berat badan sebelum dan sesudah olahraga. Jika berat badan turun lebih dari dua persen, hal tersebut bisa menjadi tanda tubuh mulai mengalami dehidrasi.

Cara lain yang lebih praktis adalah memperhatikan warna urine. Urine berwarna kuning muda menandakan tubuh terhidrasi dengan baik. Sebaliknya, warna yang lebih pekat atau gelap menunjukkan kebutuhan cairan yang belum terpenuhi.

Bagi sebagian orang yang tidak nyaman memantau berat badan, memperhatikan warna urine dan rasa haus sudah cukup untuk menjadi indikator kondisi hidrasi tubuh.

Jangan Abaikan Sinyal dari Tubuh

Berkeringat saat berolahraga merupakan proses alami yang membantu mengatur suhu tubuh. Namun, di balik proses tersebut, tubuh juga kehilangan sejumlah cairan dan mineral penting yang harus segera diganti.

Jika aktivitas fisik berlangsung lebih dari satu jam atau menghasilkan keringat dalam jumlah banyak, hanya mengandalkan air putih mungkin tidak cukup. Tubuh membutuhkan tambahan elektrolit dan energi agar tetap mampu bekerja secara optimal.

Karena itu, memahami kandungan keringat dan pentingnya menjaga hidrasi bukan hanya bermanfaat bagi atlet, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin tetap sehat dan menjaga performa tubuh saat beraktivitas.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================