
Mereka kerap terlibat konflik karena lebih mengutamakan kepentingan sendiri. Bahkan, sebagian merasa tidak nyaman ketika orang terdekat memiliki hubungan sosial dengan orang lain dan dapat menimbulkan rasa bersalah pada pasangannya.
- Sering Mengkritik dan Meremehkan
Komentar yang awalnya terdengar seperti candaan perlahan bisa berubah menjadi kritik yang menjatuhkan. Penampilan, pekerjaan, kebiasaan, hingga keputusan hidup seseorang bisa menjadi sasaran.
Perilaku tersebut sering dilakukan untuk membuat orang lain merasa kurang percaya diri, sehingga mereka tampak lebih unggul dibandingkan lingkungan sekitarnya.
- Melakukan Gaslighting
Gaslighting merupakan bentuk manipulasi psikologis yang membuat seseorang meragukan ingatan maupun penilaiannya sendiri.
Pelaku bisa memutarbalikkan fakta, menyangkal kejadian yang sebenarnya terjadi, atau menyalahkan korban atas sesuatu yang bukan kesalahannya. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu kesehatan mental korban.
- Sulit Mengakui Kesalahan
Kepribadian narsis identik dengan keyakinan bahwa dirinya selalu benar. Saat terjadi perselisihan, mereka cenderung enggan meminta maaf dan menolak menerima kritik.
Alih-alih mencari solusi bersama, mereka lebih memilih mempertahankan pendapatnya serta menyalahkan pihak lain.
Penting Menjaga Batasan
Mengenali tanda-tanda kepribadian narsis bukan bertujuan untuk memberi cap kepada seseorang, melainkan sebagai langkah melindungi diri dari hubungan yang berpotensi merugikan.
Jika Anda merasa terus-menerus dimanipulasi, diremehkan, atau kehilangan kepercayaan diri karena hubungan dengan seseorang, jangan abaikan kondisi tersebut. Menetapkan batasan yang sehat, menjaga kesehatan mental, serta mencari dukungan dari orang-orang terpercaya dapat menjadi langkah penting untuk keluar dari hubungan yang bersifat toksik.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















