Studi Ungkap Gen Z dan Milenial Alami Penuaan Lebih Cepat, Risiko Kanker Usia Muda Meningkat

BOGORTODAY.COM – Sebuah penelitian terbaru mengungkap fakta yang cukup mengkhawatirkan mengenai kondisi kesehatan generasi muda. Milenial dan Generasi Z (Gen Z) disebut mengalami penuaan biologis lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya saat berada di usia yang sama.

Temuan ini memunculkan dugaan bahwa percepatan penuaan sel tubuh menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus kanker pada usia muda, termasuk kanker paru-paru, kanker rahim, dan kanker saluran pencernaan yang belakangan semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.

Usia Tubuh Tidak Selalu Sama dengan Usia Sebenarnya

Dalam dunia medis, usia seseorang tidak hanya diukur berdasarkan tanggal lahir atau usia kronologis. Para peneliti juga mengenal istilah usia biologis, yaitu kondisi kesehatan tubuh yang mencerminkan fungsi organ, jaringan, dan sel secara nyata.

Untuk mengukur hal tersebut, para ilmuwan menganalisis data lebih dari 150 ribu orang dewasa menggunakan metode yang dikenal sebagai PhenoAge. Pendekatan ini memanfaatkan sejumlah biomarker darah untuk menilai tingkat penuaan biologis seseorang.

Beberapa indikator yang digunakan meliputi kadar protein C-reaktif (CRP) sebagai penanda peradangan, kadar glukosa darah, kreatinin yang berkaitan dengan fungsi ginjal, serta jumlah sel darah putih yang mencerminkan kondisi sistem kekebalan tubuh.

Hasil analisis menunjukkan bahwa individu yang lahir pada dekade 1990-an memiliki usia biologis yang jauh lebih tinggi dibandingkan generasi yang lahir pada akhir 1960-an ketika berada pada usia kronologis yang sama.

BACA JUGA :  Ibu Menyusui Boleh Minum Kopi? Simak Penjelasan dan Batas Aman Konsumsi Kafein

Lingkungan Modern Diduga Mempercepat Penuaan

Para peneliti menilai percepatan penuaan biologis kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan gaya hidup modern. Pola makan yang kurang sehat, kurang aktivitas fisik, stres berkepanjangan, polusi, hingga kualitas tidur yang buruk diduga berkontribusi terhadap proses penuaan sel yang lebih cepat.

Ketika sel-sel tubuh menua lebih dini, kemampuan tubuh memperbaiki kerusakan jaringan juga menurun. Akibatnya, berbagai gangguan kesehatan, termasuk kanker, berpotensi muncul lebih awal.

Risiko Kanker Meningkat Signifikan

Penelitian tersebut menemukan bahwa semakin tinggi skor penuaan biologis seseorang, semakin besar pula risiko terkena kanker sebelum usia 55 tahun.

Salah satu temuan yang paling mencolok adalah kaitan antara penuaan biologis dengan kanker paru-paru. Risiko kanker jenis ini dilaporkan meningkat hingga 57 persen pada individu yang mengalami percepatan penuaan sel tubuh.

Secara medis, kanker berkembang ketika kerusakan genetik pada sel terus menumpuk dan tidak dapat diperbaiki dengan baik oleh tubuh. Kondisi tersebut memicu pertumbuhan sel yang tidak terkendali hingga membentuk tumor.

Jika proses penuaan terjadi lebih cepat, akumulasi kerusakan DNA juga berpotensi berlangsung dalam waktu yang lebih singkat.

Dua Jenis Penuaan yang Paling Berpengaruh

Peneliti mengidentifikasi dua bentuk penuaan biologis yang memiliki hubungan kuat dengan peningkatan risiko kanker pada usia muda.

  1. Penuaan Sistem Kekebalan Tubuh
BACA JUGA :  Rudy Susmanto Kenang Jasa Pahlawan dan Anggota Polri Gugur Jelang HUT Bhayangkara

Penurunan fungsi sistem imun membuat tubuh kurang efektif dalam mendeteksi dan menghancurkan sel abnormal yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Kondisi ini ditemukan memiliki kaitan erat dengan meningkatnya risiko kanker paru-paru.

  1. Penuaan Jaringan Lemak

Perubahan biologis pada jaringan lemak atau adiposa juga menjadi perhatian. Penelitian menunjukkan bahwa penuaan jaringan lemak berkorelasi dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar yang kini semakin sering ditemukan pada kelompok usia muda.

Perubahan Gaya Hidup Jadi Kunci Pencegahan

Para ahli menilai temuan ini menjadi pengingat penting bahwa kesehatan tubuh tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidup sehari-hari.

Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, mengelola stres, tidur yang cukup, serta menghindari kebiasaan merokok dapat membantu memperlambat proses penuaan biologis dan menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.

Penelitian ini juga memperkuat pandangan bahwa meningkatnya kasus kanker pada generasi muda kemungkinan bukan hanya disebabkan oleh perubahan pada sel tubuh semata, tetapi juga oleh berbagai faktor lingkungan modern yang memengaruhi kesehatan secara menyeluruh.

Dengan memahami pentingnya usia biologis, masyarakat diharapkan lebih memperhatikan kesehatan sejak dini agar risiko penyakit serius di masa depan dapat diminimalkan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================