
“Kita baru mendapatkan pagu indikatif Rp84 triliun lebih. Sebagian besar tentu adalah bantuan langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, Kemensos kini memperkuat konsolidasi data penerima bansos bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Langkah itu dilakukan agar pemutakhiran data oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Supaya BPS dapat melakukan pemutakhiran berdasarkan data-data yang sesuai kenyataan di lapangan,” ujar Gus Ipul.
Selain konsolidasi data, Kemensos juga menggandeng Dewan Ekonomi Nasional untuk mempercepat digitalisasi bansos guna menekan potensi penyelewengan bantuan.
Melalui sistem berbasis aplikasi dan teknologi kecerdasan buatan (AI), pemerintah berharap proses pemutakhiran data penerima bansos dapat melibatkan masyarakat secara langsung sekaligus memastikan bantuan diterima oleh warga yang benar-benar berhak.
“Dengan aplikasi ini, diharapkan mereka yang berhak mendapatkan bantuan benar-benar bisa dijangkau lewat aplikasi berbasis AI yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada semua masyarakat agar terlibat dalam pemutakhiran data ini,” tutupnya.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















