Di Bogor, Gus Ipul Ungkap Tiga Mandat Prabowo soal Bansos

Gus Ipul
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan keterangan kepada wartawan usai membuka kegiatan pendalaman rencana program dan anggaran 2027 di Harris Hotel & Convention Cibinong City Mall, Bogor, Senin (29/6/2026). FOTO : BOGORTODAY.COM/RIFKI RAMADHAN.

BOGORTODAY.COMMenteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan tiga mandat Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Sosial (Kemensos) dalam pembenahan program bantuan sosial (bansos), yakni konsolidasi data penerima, penguatan ketepatan sasaran bantuan, dan pengembangan program sekolah rakyat.

Menurut Gus Ipul, ketiga mandat tersebut menjadi arah utama Kemensos dalam menyusun program yang mengacu pada Astacita Presiden serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Tiga mandat ini kita elaborasi dengan mengacu kepada Astacita Presiden, RPJMN, dan program-program prioritas untuk kita tindak lanjuti dengan program-program di lingkungan Kementerian Sosial,” ujar Gus Ipul usai membuka kegiatan pendalaman rencana program dan anggaran 2027 di Harris Hotel & Convention Cibinong City Mall, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, mandat tersebut diterjemahkan melalui tiga fokus utama Kemensos, yakni jaminan sosial, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan sosial. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan bantuan sosial tidak hanya tersalurkan tepat sasaran, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian keluarga penerima manfaat.

BACA JUGA :  Rockstar Games Buka Pre-Order GTA VI, Harga Mulai Rp1,19 Juta

“Program yang tepat sasaran, program yang berdampak pada peningkatan kemandirian keluarga-keluarga yang mendapatkan bantuan dari pemerintah,” katanya.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Kemensos memperoleh pagu indikatif lebih dari Rp84 triliun. Sebagian besar anggaran itu akan dialokasikan untuk bantuan langsung kepada masyarakat.

“Kita baru mendapatkan pagu indikatif Rp84 triliun lebih. Sebagian besar tentu adalah bantuan langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, Kemensos kini memperkuat konsolidasi data penerima bansos bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Langkah itu dilakukan agar pemutakhiran data oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Kenang Jasa Pahlawan dan Anggota Polri Gugur Jelang HUT Bhayangkara

“Supaya BPS dapat melakukan pemutakhiran berdasarkan data-data yang sesuai kenyataan di lapangan,” ujar Gus Ipul.

Selain konsolidasi data, Kemensos juga menggandeng Dewan Ekonomi Nasional untuk mempercepat digitalisasi bansos guna menekan potensi penyelewengan bantuan.

Melalui sistem berbasis aplikasi dan teknologi kecerdasan buatan (AI), pemerintah berharap proses pemutakhiran data penerima bansos dapat melibatkan masyarakat secara langsung sekaligus memastikan bantuan diterima oleh warga yang benar-benar berhak.

“Dengan aplikasi ini, diharapkan mereka yang berhak mendapatkan bantuan benar-benar bisa dijangkau lewat aplikasi berbasis AI yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada semua masyarakat agar terlibat dalam pemutakhiran data ini,” tutupnya.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================