
BOGORTODAY.COM – Kontingen Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cibinong berhasil meraih empat medali dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026.
Pencapaian ini diharapkan dapat memacu standardisasi mutu pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Dalam kompetensi tersebut, SMKN 1 Cibinong mengamankan satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.
Medali emas diraih pada bidang lomba Cyber Security oleh siswa program keahlian Sistem Informatika, Jaringan, dan Aplikasi (SIJA). Sementara dua medali perak masing-masing disumbangkan dari bidang Graphic Design Technology oleh siswa Desain Komunikasi Visual (DKV) dan bidang Mechatronics oleh siswa Teknik Otomasi Industri (TOI). Adapun medali perunggu didapatkan dari bidang lomba Welding oleh siswa Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur (TFLM).
Manajemen SMKN 1 Cibinong menyatakan, pencapaian ini merupakan hasil dedikasi para siswa serta guru pembimbing. Apresiasi tinggi diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat, dengan harapan hasil ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi di lingkungan sekolah.
Menanggapi hasil tersebut, Sekretaris Jenderal Badan Musyawarah Perguruan Swasta Indonesia (BMPSI) Iwan Ruswandi menyatakan, prestasi dalam ajang seperti LKS menjadi indikator bahwa pola pembinaan di sejumlah SMK telah berjalan dengan baik. Namun, momentum ini harus disikapi sebagai dorongan untuk melakukan pemerataan kualitas pendidikan vokasi secara menyeluruh.
”Kami tentu mengapresiasi pencapaian para siswa di LKS Provinsi Jabar ini. Namun, tantangan terbesar pendidikan vokasi saat ini adalah bagaimana menjembatani kesenjangan kualitas antara sekolah negeri dan swasta,” kata Iwan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/7/2026).
Menurut Iwan, standardisasi kompetensi yang tinggi tidak boleh hanya didominasi oleh sekolah-sekolah tertentu.
Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait perlu memastikan adanya pemerataan fasilitas penunjang, pembaruan kurikulum, serta peningkatan kapasitas guru pembimbing secara inklusif.
”Seluruh SMK, baik negeri maupun swasta, harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses industri agar seluruh lulusannya siap terserap oleh pasar kerja,” tuntas Iwan.
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















