Mengapa Bayi Memiliki Aroma Khas? Ini Penjelasan Ilmiah di Baliknya

Bayi
Ilustrasi Bayi. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Banyak orang tua mengaku sulit menolak keinginan untuk mencium kepala atau tubuh bayi yang baru lahir.

Aroma khas bayi kerap dianggap menenangkan dan mampu memunculkan rasa sayang yang kuat. Ternyata, aroma tersebut bukan sekadar perasaan atau sugesti, melainkan memiliki dasar ilmiah.

Sejumlah penelitian mengungkap bahwa bayi baru lahir menghasilkan komposisi senyawa kimia yang berbeda dari orang dewasa. Senyawa inilah yang menciptakan aroma khas yang umumnya paling terasa pada hari-hari pertama setelah kelahiran.

  1. Tubuh bayi menghasilkan senyawa aroma yang unik

Aroma alami tubuh manusia berasal dari volatile organic compounds (VOCs) atau senyawa organik yang mudah menguap ke udara.

BACA JUGA :  Parenting Burnout: Saat Orang Tua Kelelahan Mengasuh Anak, Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya

Penelitian menunjukkan bahwa kepala bayi yang baru lahir mengandung berbagai senyawa VOC, termasuk kelompok aldehid dan asam karboksilat. Salah satu senyawa yang paling dominan adalah nonanal, yang berperan dalam membentuk aroma lembut dan khas yang sering diasosiasikan dengan bayi.

Kombinasi berbagai senyawa tersebut membuat aroma bayi berbeda dengan aroma tubuh orang dewasa.

  1. Bukan hanya berasal dari cairan ketuban

Banyak orang beranggapan bahwa bau khas bayi semata-mata berasal dari sisa cairan ketuban yang masih menempel setelah proses persalinan. Namun, penelitian menunjukkan kenyataannya lebih kompleks.

BACA JUGA :  Osteogenesis Imperfecta, Kelainan Langka yang Bisa Sebabkan Tulang Bayi Patah Sejak dalam Kandungan

Meski terdapat beberapa kesamaan komponen antara aroma bayi dan cairan ketuban, pola kimianya tidak identik. Bahkan, sejumlah senyawa khas masih dapat ditemukan ketika bayi telah berusia dua hingga tiga hari.

Temuan ini mengindikasikan bahwa tubuh bayi tetap memproduksi senyawa aroma tertentu setelah dilahirkan, sehingga aroma khas tersebut tidak hanya berasal dari lingkungan di dalam rahim.

  1. Vernix caseosa turut berperan

Salah satu faktor lain yang memengaruhi aroma bayi adalah vernix caseosa, yaitu lapisan putih menyerupai krim yang melindungi kulit bayi selama masih berada di dalam kandungan.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================