Mengapa Penumpang Pesawat Dianjurkan Banyak Minum Air? Ini Penjelasan dan Tips Mencegah Dehidrasi

Penumpang
Ilustrasi Penumpang Pesawat. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Minum air putih selama berada di dalam pesawat merupakan salah satu hal yang sering dianjurkan oleh para ahli kesehatan, terutama saat menjalani penerbangan jarak jauh. Anjuran ini bukan tanpa alasan, sebab kondisi di dalam kabin pesawat dapat membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat dibandingkan saat berada di daratan.

Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, penumpang berisiko mengalami dehidrasi ringan yang ditandai dengan rasa haus, bibir dan mulut kering, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas setelah mendarat.

Mengapa Tubuh Lebih Mudah Kehilangan Cairan di Pesawat?

Salah satu penyebab utama tubuh lebih cepat mengalami dehidrasi saat terbang adalah rendahnya tingkat kelembapan udara di dalam kabin pesawat.

Udara di kabin memiliki kelembapan yang jauh lebih rendah dibandingkan lingkungan sehari-hari. Kondisi ini membuat cairan dalam tubuh lebih mudah menguap melalui kulit dan pernapasan sehingga tubuh membutuhkan asupan air lebih banyak.

Selain udara yang kering, tekanan udara dan kadar oksigen di ketinggian jelajah pesawat juga lebih rendah daripada di permukaan bumi. Kombinasi faktor tersebut dapat menyebabkan beberapa orang merasa lebih cepat lelah, pusing, atau mengalami mulut kering selama perjalanan.

Risiko dehidrasi semakin besar pada penerbangan berdurasi panjang karena tubuh berada lebih lama dalam kondisi lingkungan yang minim kelembapan.

Berapa Banyak Air yang Sebaiknya Diminum?

Dokter spesialis kedokteran perjalanan, Anamaría Teino, menyarankan penumpang mengonsumsi sekitar 0,2 hingga 0,4 liter air setiap jam selama penerbangan.

BACA JUGA :  Doa Minum Air Zamzam Lengkap dengan Adab dan Keutamaannya Menurut Islam

Rekomendasi serupa juga disampaikan oleh Aerospace Medical Association (AsMA) yang menyarankan konsumsi sekitar 250 hingga 280 mililiter air setiap jam ketika berada di dalam pesawat.

Meski demikian, kebutuhan cairan setiap orang bisa berbeda tergantung usia, kondisi kesehatan, serta lama penerbangan.

Tanda Tubuh Mulai Kekurangan Cairan

Saat tubuh mulai mengalami dehidrasi, beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Rasa haus berlebihan.
  • Bibir dan mulut terasa kering.
  • Sakit kepala.
  • Mudah lelah.
  • Pusing.
  • Mual ringan.

Anak-anak, lansia, dan ibu hamil termasuk kelompok yang perlu lebih memperhatikan asupan cairan karena lebih rentan mengalami dehidrasi selama perjalanan udara.

Tips Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi Saat Naik Pesawat

Agar kondisi tubuh tetap prima selama penerbangan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

  1. Minum Air Sebelum Berangkat

Mulailah memenuhi kebutuhan cairan beberapa jam sebelum naik pesawat. Jangan menunggu hingga merasa haus karena rasa haus merupakan salah satu tanda awal tubuh mulai kekurangan cairan.

  1. Membawa Botol Minum

Gunakan botol minum atau tumbler yang bisa diisi ulang setelah melewati pemeriksaan keamanan bandara. Dengan begitu, Anda dapat minum air kapan saja selama perjalanan.

  1. Minum Sedikit tetapi Sering

Daripada menghabiskan banyak air sekaligus, lebih baik minum dalam jumlah kecil secara berkala. Cara ini membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih optimal.

  1. Konsumsi Buah yang Kaya Kandungan Air
BACA JUGA :  Kasus Kanker Usus Besar Meningkat di Usia Muda, Ini Makanan yang Bisa Jadi Pemicunya

Selain minum air putih, kebutuhan cairan juga bisa dipenuhi dari makanan. Pilih buah dan sayuran yang mengandung banyak air seperti semangka, melon, stroberi, mentimun, tomat, maupun seledri.

  1. Batasi Minuman Beralkohol

Alkohol dapat meningkatkan produksi urine sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Jika mengonsumsi minuman beralkohol selama penerbangan, imbangi dengan air putih yang cukup.

  1. Jangan Berlebihan Mengonsumsi Kafein

Kopi dan teh masih boleh dinikmati dalam jumlah wajar. Namun, konsumsi yang berlebihan dapat membuat Anda lebih sering buang air kecil sehingga berpotensi mempercepat kehilangan cairan.

  1. Jangan Sengaja Mengurangi Minum

Sebagian orang sengaja membatasi minum agar tidak sering ke toilet pesawat. Padahal, kebiasaan tersebut justru meningkatkan risiko dehidrasi. Berjalan menuju toilet sesekali juga membantu melancarkan sirkulasi darah selama duduk dalam waktu lama.

Pentingnya Menjaga Hidrasi Selama Penerbangan

Menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan langkah sederhana yang memberikan banyak manfaat selama perjalanan udara. Dengan mencukupi kebutuhan cairan, penumpang dapat mengurangi risiko dehidrasi, menjaga stamina, serta membantu tubuh tetap nyaman hingga tiba di tujuan.

Karena itu, jangan lupa menjadikan air putih sebagai “teman perjalanan” setiap kali melakukan penerbangan, terutama jika menempuh perjalanan dengan durasi yang panjang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================