
BOGORTODAY.COM – Pelamar Beasiswa LPDP 2026 Tahap II yang mendaftar menggunakan Letter of Acceptance (LoA) Unconditional diminta memastikan seluruh dokumen telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan.
Kesalahan dalam mengunggah atau ketidaksesuaian isi LoA dapat menyebabkan peserta langsung dinyatakan tidak lolos pada tahap seleksi administrasi.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi LPDP, Andar Ramona Sinaga, dalam sosialisasi Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026.
LoA Tidak Sesuai Langsung Digugurkan
LPDP menegaskan bahwa setiap pelamar yang memilih jalur LoA Unconditional wajib menyerahkan dokumen yang sepenuhnya sesuai dengan persyaratan program.
Apabila LoA yang diunggah tidak memenuhi ketentuan, peserta akan langsung dinyatakan gugur pada proses seleksi administrasi meskipun telah memenuhi syarat lainnya.
Karena itu, pelamar diminta memeriksa kembali isi dokumen sebelum proses pendaftaran ditutup.
Tidak Bisa Beralih ke Jalur Tanpa LoA
LPDP juga menegaskan bahwa peserta yang telah memilih jalur pendaftaran menggunakan LoA Unconditional tidak diperbolehkan berpindah ke jalur reguler tanpa LoA apabila dokumen yang diunggah bermasalah.
Artinya, keputusan memilih jalur LoA bersifat final sehingga setiap pelamar harus memastikan dokumen yang dilampirkan telah sesuai dengan seluruh ketentuan LPDP.
Perhatikan Jadwal Mulai Perkuliahan
Selain isi dokumen, waktu dimulainya perkuliahan juga menjadi syarat penting.
Untuk Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026, penerima beasiswa baru diperbolehkan memulai studi paling cepat pada Januari 2027.
Bagi pemegang LoA yang mencantumkan jadwal masuk kuliah pada September atau Oktober 2026, diwajibkan melampirkan surat defer atau surat penundaan studi yang telah disetujui secara resmi oleh perguruan tinggi tujuan.
LPDP menegaskan bahwa surat yang masih berstatus pengajuan belum dapat diterima sebagai persyaratan administrasi.
Pemegang LoA Bebas Syarat Sertifikat Bahasa Inggris
Di balik persyaratan yang cukup ketat, pemegang LoA Unconditional juga memperoleh kemudahan dalam proses pendaftaran.
Peserta yang telah memiliki LoA sesuai ketentuan tidak lagi diwajibkan melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris. Kebijakan ini berlaku untuk sejumlah skema beasiswa, termasuk STEM, SHARE, Universitas Unggulan, dan kerja sama khusus.
Namun, pengecualian berlaku bagi peserta yang mendaftar melalui skema co-funding atau kemitraan. Pada jalur tersebut, persyaratan sertifikat bahasa Inggris tetap mengikuti ketentuan kerja sama antara LPDP dan perguruan tinggi mitra.
Ketentuan LoA Unconditional yang Diterima LPDP
Agar dapat lolos seleksi administrasi, LoA Unconditional yang dilampirkan harus memenuhi sejumlah persyaratan berikut:
- Memuat nama lengkap peserta, jenjang pendidikan, program studi, serta jadwal mulai kuliah yang sesuai dengan ketentuan LPDP.
- Perguruan tinggi dan program studi harus sama dengan pilihan yang tercantum dalam formulir pendaftaran.
- LoA harus bersifat tanpa syarat (unconditional), kecuali syarat yang berkaitan dengan sponsor pendanaan, penyerahan ijazah asli, transkrip nilai asli, atau persyaratan administratif lain yang tidak memengaruhi status penerimaan sebagai mahasiswa.
- Jika jadwal kuliah pada LoA lebih awal dari ketentuan LPDP, peserta wajib melampirkan surat penundaan studi (defer) yang telah disetujui pihak kampus.
- Untuk program double degree atau joint degree, pelamar dapat melampirkan LoA dari perguruan tinggi dalam maupun luar negeri yang menyatakan program tersebut.
Dengan ketentuan tersebut, calon penerima Beasiswa LPDP 2026 diimbau untuk memeriksa kembali seluruh dokumen sebelum mengunggahnya. Kelengkapan dan kesesuaian LoA menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kelolosan pada tahap administrasi.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















