Gletser Tropis Indonesia di Puncak Jaya Terancam Punah, Diprediksi Hilang pada 2026–2027

Gletser Tropis
Gletser Tropis Indonesia di Puncak Jaya Terancam Punah. (Foto: detikcom)

BOGORTODAY.COM Indonesia menghadapi ancaman serius dalam beberapa tahun ke depan: hilangnya satu-satunya gletser tropis yang tersisa di Puncak Jaya, Pegunungan Jayawijaya, Papua. Lapisan es yang telah bertahan selama ribuan tahun itu kini terus menyusut dengan sangat cepat dan diperkirakan akan lenyap sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027.

Dampak Nyata Perubahan Iklim

Para ahli klimatologi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa penyusutan gletser ini merupakan salah satu bukti nyata dampak perubahan iklim global. Kenaikan suhu udara yang terus terjadi, ditambah pengaruh fenomena El Niño, membuat kondisi di wilayah pegunungan semakin panas dan kering.

BACA JUGA :  Ciri-Ciri Teh Basi yang Perlu Diketahui agar Tidak Salah Konsumsi

Situasi tersebut mempercepat proses pencairan es yang selama ini mampu bertahan di wilayah tropis dengan ketinggian ekstrem.

Penyusutan yang Sangat Drastis

Data pengamatan menunjukkan perubahan yang sangat signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Pada tahun 1988, luas gletser di Puncak Jaya masih mencapai sekitar 4,3 kilometer persegi. Namun, pada September 2025, luasnya menyusut drastis hingga hanya tersisa sekitar 0,09 kilometer persegi, atau kurang dari tiga persen dibandingkan kondisi awal.

BACA JUGA :  Doa Agar Dimudahkan Rezeki dan Terhindar dari Lilitan Utang, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

Tidak hanya luasnya yang berkurang, ketebalan es juga mengalami penurunan tajam. Pada 2010, ketebalan gletser masih tercatat sekitar 32 meter. Namun, pada 2023, ketebalannya tinggal sekitar empat meter saja. Pengamatan terbaru bahkan menunjukkan bahwa sebagian titik es telah benar-benar hilang.

Sejak 2016, laju pencairan diperkirakan mencapai 2 hingga 2,5 meter per tahun. Dengan kondisi tersebut, para peneliti memperkirakan bahwa sisa gletser yang ada saat ini hanya akan bertahan dalam waktu yang sangat singkat sebelum benar-benar menghilang.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================