Gua Baru Sepanjang 3 Kilometer Ditemukan di Vietnam, Simpan Stalaktit Raksasa dan Mutiara Gua Langka

Hampir di sepanjang lorong terdapat stalaktit berukuran besar, termasuk pilar batu yang menjulang hingga sekitar 50 meter dari dasar gua. Selain itu, ditemukan pula stalagmit raksasa, tirai batu (flowstone), dan berbagai struktur geologi lain yang masih terjaga keasliannya.

Mutiara Gua Menjadi Temuan Paling Istimewa

Salah satu daya tarik utama Gua Thang adalah ditemukannya cave pearls atau mutiara gua dalam jumlah yang sangat banyak.

Mutiara gua merupakan formasi mineral langka yang terbentuk secara alami dari endapan kalsium di dalam genangan air pada cekungan batu. Butiran tersebut memiliki bentuk bulat dengan warna putih mengilap.

BACA JUGA :  Sepekan Gebyar Siliwangi, UMKM CCM Cibinong Raup Rp127 Juta

Menurut tim penjelajah, kepadatan mutiara gua yang ditemukan di Gua Thang tergolong sangat jarang dijumpai, bahkan oleh para penjelajah gua profesional yang telah berpengalaman menjelajahi berbagai gua di dunia.

Berpotensi Menjadi Destinasi Wisata Petualangan Baru

Melihat ukuran gua yang besar, kondisi alam yang masih sangat terjaga, serta keunikan formasi geologinya, Jungle Boss mengusulkan agar Gua Thang dimasukkan ke dalam jalur ekowisata Ha Ma Da Valley–Tra Ang Cave.

Usulan tersebut telah memperoleh persetujuan awal dari pihak pengelola Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang.

Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, gua ini diperkirakan mampu menjadi destinasi wisata petualangan baru yang menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

BACA JUGA :  iQoo Dikabarkan Siapkan Tablet Gaming Mini, Usung Chip Snapdragon Generasi Terbaru

Menambah Kekayaan Warisan Alam Vietnam

Penemuan Gua Thang semakin memperkaya kekayaan alam Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan gua terbesar dan paling spektakuler di dunia.

Sebagai situs yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Alam Dunia, keberadaan gua baru ini diharapkan tidak hanya mendukung pengembangan ekowisata, tetapi juga membuka peluang penelitian ilmiah mengenai sejarah geologi dan ekosistem bawah tanah di kawasan tersebut.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================