
Kesuksesan Obsession tidak lepas dari respons positif penonton dan promosi dari mulut ke mulut. Antusiasme kelompok penonton muda, terutama generasi Z, disebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong popularitas film tersebut.
Keberhasilan ini juga terjadi bersamaan dengan kesuksesan film horor lain dari A24, Backrooms. Kedua film tersebut dianggap membantah anggapan bahwa generasi muda mulai kehilangan minat terhadap pengalaman menonton film di layar lebar.
Produser Jason Blum menilai munculnya tren tersebut menunjukkan adanya kelompok penonton baru yang memiliki selera khusus terhadap film horor dengan konsep berbeda.
Menurutnya, genre horor saat ini menjadi salah satu area yang masih memiliki peluang pertumbuhan besar di tengah berbagai kekhawatiran mengenai masa depan industri bioskop.
Kisah Cinta yang Berubah Menjadi Teror
Obsession mengisahkan Bear, seorang pegawai toko musik yang menemukan sebuah benda supranatural. Mainan tersebut memiliki kemampuan untuk mengabulkan keinginan pemiliknya.
Bear kemudian menggunakan benda itu dengan harapan temannya, Nikki, dapat jatuh cinta kepadanya. Namun, keinginannya justru membawa konsekuensi mengerikan yang mengubah hidupnya.
Film ini merupakan karya Curry Barker, seorang komedian sketsa dari YouTube. Ceritanya sebagian mendapat inspirasi dari episode The Simpsons berjudul Treehouse of Horror II.
Film tersebut dibintangi oleh Michael Johnston sebagai Bear, Inde Navarrette sebagai Nikki, serta Cooper Tomlinson, Megan Lawless, dan Andy Richter.
Dengan perpaduan cerita unik, promosi kuat dari penonton, serta ketertarikan generasi muda terhadap genre horor, Obsession berhasil membuktikan bahwa film dengan anggaran kecil tetap mampu mencetak kesuksesan besar di industri perfilman.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















