
Menurut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung sekitar 12 jam sebelum rombongan tiba di Bandara Internasional Mehrabad. Dari sana, jenazah akan dibawa menuju Mashhad untuk dimakamkan.
Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional yang dimulai pada Sabtu, 3 Juli, dan berakhir pada Kamis, 8 Juli. Prosesi pemakaman terakhir akan dilaksanakan di kompleks makam Imam Reza di Mashhad, yang juga merupakan kota kelahiran Ali Khamenei.
Di sisi lain, sosok Ayatollah Mojtaba Khamenei yang telah ditunjuk sebagai penerus pemimpin tertinggi Iran belum terlihat dalam seluruh rangkaian upacara pemakaman. Beredar laporan yang menyebutkan ia mengalami luka serius akibat serangan udara yang menewaskan ayahnya sehingga belum dapat tampil di hadapan publik. Selain itu, muncul pula ancaman dari Israel terhadap dirinya setelah sebelumnya sejumlah pejabat tinggi Iran menjadi target operasi militer.
Sementara itu, tiga putra Ali Khamenei lainnya sempat menghadiri upacara pemakaman pada hari Minggu dalam penampilan publik yang tergolong jarang dilakukan.
Di tengah suasana berkabung, pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai upaya penghentian konflik diperkirakan baru akan kembali dilanjutkan setelah seluruh rangkaian pemakaman selesai.
Sejumlah isu strategis masih menjadi fokus perundingan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz yang memiliki peran penting dalam distribusi minyak dan gas dunia, serta pembahasan mengenai program nuklir Iran. Washington menilai program tersebut berpotensi digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir, sementara Teheran terus menegaskan bahwa aktivitas nuklirnya hanya ditujukan untuk kepentingan damai.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















