Jutaan Warga Iringi Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran

pemakaman
Jutaan Warga Iringi Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran. (Foto: Deutsche Welle (DW))

BOGORTODAY.COM – Teheran dipadati jutaan warga yang mengikuti prosesi penghormatan terakhir bagi pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Arak-arakan jenazah yang berlangsung di ibu kota menjadi salah satu prosesi pemakaman terbesar dalam sejarah modern Iran dan berlangsung di tengah situasi politik serta keamanan yang masih memanas.

Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia dalam serangan udara yang terjadi pada awal konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Dalam serangan tersebut, sejumlah anggota keluarganya juga turut menjadi korban. Peti jenazah mereka dibawa bersama dalam prosesi yang menarik perhatian masyarakat luas.

Pemerintah Iran memanfaatkan momentum tersebut untuk menunjukkan solidaritas nasional di tengah tekanan konflik dan proses diplomasi yang masih berlangsung. Kehadiran jutaan warga dinilai sebagai simbol persatuan sekaligus dukungan terhadap kepemimpinan Republik Islam Iran.

Siaran televisi pemerintah memperlihatkan rekaman udara yang menunjukkan lautan manusia memenuhi kawasan dari Lapangan Azadi hingga membentang beberapa kilometer di sepanjang jalan utama Teheran. Peti jenazah Ali Khamenei yang wafat pada usia 86 tahun diangkut menggunakan truk khusus yang dihiasi ornamen menyerupai pagar dekoratif yang lazim ditemukan di kompleks makam para imam.

BACA JUGA :  Lomba APBN dan APBN Bangun Daerah 2026 Resmi Dibuka, Siswa dan Mahasiswa Berpeluang Raih Benefit Masuk PKN STAN

Selama prosesi berlangsung, banyak peserta membawa poster, spanduk, serta atribut yang berisi kecaman terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Massa juga menyerukan berbagai slogan sebagai bentuk kemarahan atas kematian pemimpin mereka.

Cuaca panas yang menyelimuti Teheran membuat petugas menyemprotkan air ke arah kerumunan guna membantu mendinginkan para pelayat yang memadati jalur iring-iringan.

Menurut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung sekitar 12 jam sebelum rombongan tiba di Bandara Internasional Mehrabad. Dari sana, jenazah akan dibawa menuju Mashhad untuk dimakamkan.

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional yang dimulai pada Sabtu, 3 Juli, dan berakhir pada Kamis, 8 Juli. Prosesi pemakaman terakhir akan dilaksanakan di kompleks makam Imam Reza di Mashhad, yang juga merupakan kota kelahiran Ali Khamenei.

Di sisi lain, sosok Ayatollah Mojtaba Khamenei yang telah ditunjuk sebagai penerus pemimpin tertinggi Iran belum terlihat dalam seluruh rangkaian upacara pemakaman. Beredar laporan yang menyebutkan ia mengalami luka serius akibat serangan udara yang menewaskan ayahnya sehingga belum dapat tampil di hadapan publik. Selain itu, muncul pula ancaman dari Israel terhadap dirinya setelah sebelumnya sejumlah pejabat tinggi Iran menjadi target operasi militer.

BACA JUGA :  Nekat Seberangi Rel, Pria Paruh Baya Tewas Tertabrak Kereta di Bogor

Sementara itu, tiga putra Ali Khamenei lainnya sempat menghadiri upacara pemakaman pada hari Minggu dalam penampilan publik yang tergolong jarang dilakukan.

Di tengah suasana berkabung, pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai upaya penghentian konflik diperkirakan baru akan kembali dilanjutkan setelah seluruh rangkaian pemakaman selesai.

Sejumlah isu strategis masih menjadi fokus perundingan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz yang memiliki peran penting dalam distribusi minyak dan gas dunia, serta pembahasan mengenai program nuklir Iran. Washington menilai program tersebut berpotensi digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir, sementara Teheran terus menegaskan bahwa aktivitas nuklirnya hanya ditujukan untuk kepentingan damai.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================