
Meskipun sering dikaitkan dengan tekanan dan kecemasan, perfeksionisme tidak sepenuhnya buruk. Dalam kadar yang sehat, sifat ini dapat mendorong seseorang menjadi lebih disiplin, detail, dan bertanggung jawab.
Namun, ketika dorongan untuk sempurna justru menimbulkan stres atau menghambat aktivitas sehari-hari, penting untuk mulai belajar menerima bahwa tidak semua hal harus ideal.
Pada akhirnya, hasil yang “cukup baik” sering kali sudah cukup untuk mencapai tujuan. Menghargai proses dan kemajuan kecil bisa membantu menjaga keseimbangan antara ambisi dan kesehatan mental.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















